Kamis, 10/04/2014 08:43 WIB

Cerita Ahok yang Ngefans pada Iwan Fals

Ayunda - detikNews
Ahok pagi ini/Ayu-detikcom
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku sangat ngefans kepada musisi senior Iwan Fals. Ahok, sapaan Basuki, kemarin berkesempatan menonton penyanyi pujaannya di acara Mata Najwa MetroTV.

Ahok juga mengaku girang, selain karena bisa menonton Iwan Fals, dia juga dapat bangku paling depan untuk menonton penyanyi favoritnya.

"Kemarin itu kesempatan buat saya, kalau dulu mana bisa saya duduk paling depan," ujar Ahok di Gedung Balaikota, Jl Medan Merdeka Selatan, Kamis (10/4/2014). Semalam Ahok menjadi salah satu tamu di acara Mata Najwa. Acara talkshow itu juga menghadirkan politisi lainnya seperti JK, Jokowi, dan Dahlan Iskan. Di tengah acara Iwan Fals menyanyikan lagu Bento yang fenomenal.

Ahok bercerita sejak zaman kuliah dia mengaku sangat fanatik dengan Iwan Fals. Menurutnya, lagu-lagu Iwan Fals yang berisi gerakan perlawanan sangat cocok untuk kuping dia.

"Karena lagu dia berani melawan. Melawan di zaman Soeharto, seperti lagu Bento," ucapnya.

Meski doyan dengan lagu-lagu 'rebelion', Ahok juga suka dengan lagu jenis lainnya.

"Saya suka juga Vina Panduwinata," ujarnya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/nrl)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
90%
Kontra
10%