Selasa, 08/04/2014 18:48 WIB

SBY akan Segera Gunakan Pesawat Kepresidenan yang Baru

Mega Putra Ratya - detikNews
Inside Boeing Business Jet (Boeing)
Jakarta - Pesawat Kepresidenan Boeing Business Jet yang baru akan tiba di tanah air. Dalam waktu dekat, Presiden SBY akan menggunakannya untuk kegiatan kepresidenan.

"Dalam waktu dekat, mungkin paling lama 1 minggu," ujar Mensesneg Sudi Silalahi, di kantor presiden, Jl Veteran, Jakarta, Selasa (8/4/2014).

Sudi tidak merinci kegiatan SBY tersebut. Sudi mengatakan sebelum beroperasi, perlu ada sertifikasi untuk pesawat tersebut. Sertifikasi itu nantinya dikeluarkan oleh
kementerian pertahanan.

"Kita mengejar di Kemhan soal sertifikasinya itu. Begitu nanti sertifikasi keluar, sudah bisa dioperasionalkan, kita serahkan ke TNI
AU," jelasnya.

Sudi mengakui ada keterlambatan kedatangan pesawat kepresidenan di Indonesia. Salah satu penyebabnya adalah faktor cuaca.

"Kemarin ada masalah cuaca dan sebagainya ketika uji coba di sana, dan itu juga kita denda sebagai kewajiban mereka," paparnya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mpr/vid)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
42%
Kontra
58%