Sabtu, 05/04/2014 06:50 WIB

Hari Terakhir Kampanye, Jokowi akan Blusukan di Jayapura

Mulya Nurbilkis - detikNews
Jakarta - Capres PDIP, Joko Widodo terus berkampanye untuk meraup target suara PDIP di pemilu 2014. Di hari terakhir kampanye, Jokowi menyambangi daerah timur Indonesia, Papua.

Sabtu (5/4/2014), Jokowi diagendakan menghadiri kampanye terbuka di Jayapura. Selain itu, ia juga akan blusukan di sejumlah titik keramaian seperti pasar tradisional.

Salah satu pasar yang rencananya akan dikunjungi Jokowi adalah pasar Yotefa yang terletak di Jalan Pasar Yotefa, Abepura, Papua. Pasar ini adalah pasar yang terluas di Papua.

Salah satu pedagang kelontong, H Takwin, mengatakan mayoritas pedagang belum mengetahui Jokowi akan blusukan di tempatnya.

"Kalau betul dia datang ke pasar. Mungkin akan jadi sejarah karena dalam 10 tahun ini baru ada capres yang blusukan ke pasar," ujar pria asal Barru, Sulawesi Selatan ini.

Ia berani mengatakan demikian karena sudah 10 tahun tinggal di Abepura. Menurutnya, dari pemilu 2009 hingga saat ini capres yang ada hanya melakukan kampanye terbuka tanpa bersentuhan langsung ke masyarakat.

Di bandara Sentani, Jayapura mulai dipenuhi para kader partai. Hingga saat ini mereka masih menunggu kedatangan Jokowi setelah kemarin blusukan di daerah Jawa.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(bil/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
71%
Kontra
29%