detikcom

Jumat, 04/04/2014 20:08 WIB

2 Prajuritnya Dibunuh Nelayan Thailand, TNI AL Kerahkan 2 KRI

Rivki - detikNews
Jakarta - Pihak TNI membantah jika pasukannya kecolongan dalam kasus tewasnya dua anggota TNI AL oleh nelayan Thailand di perairan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau. Pihak TNI memastikan para personel patroli perbatasan memiliki peralatan lengkap.

"Semua pasukan lengkap, dan sesuai prosedur patroli," Kapuspen Mabes TNI, Mayjend Fuad Basya, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (4/4/2014).

Lalu mengapa pasukan TNI AL bisa disekap dan dibunuh dalam peristiwa itu? Atas pertanyaan tersebut Fuad mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan bersama Angkatan Laut Thailand.

"Mungkin saat kejadian ada kondisi-kondisi tertentu yang kita tidak tahu," ucapnya.

TNI AL juga sudah mengerahkan dua KRI untuk menemukan dua jasad anggotanya yang dibunuh nelayan Thailand. "Kita sudah kerahkan dua kapal yaiut KRI Pati Unus dan KRI Teuku Umar," ucapnya.

Kejadian tersebut berlangsung pada Maret 2014. Saat itu anggota TNI AL sedang berpatroli di perairan Anambas memergoki Kapal Nelayan Thailand yang sedang melakukan illegal Fishing. Kapal patroli pun menyuruh nelayan untuk di bawa ke pos milik TNI AL. Tetapi tiba-tiba ada perlawanan dari para nelayan. Nelayan Thailand pun menyekap dua anggota TNI AL Indonesia dan berakhir dengan pembunuhan.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(rvk/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Kebijakan Ahok Larang Pemotor Masuk HI Digugat

Kebijakan Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok yang melarang kawasan HI hingga Medan Merdeka Barat akan digugat. Kebijakan itu dinilai diskriminatif. Bagaimana menurut Anda? Bila Anda setuju kebijakan itu digugat pilih Pro. Bila tidak setuju kebijakan itu digugat pilih Kontra.
Pro
60%
Kontra
40%