Detik.com News
Detik.com
Jumat, 04/04/2014 10:29 WIB

Golkar Yakin Pencapresan Ical Tak Berubah

Basuki Rahmat Nugroho - detikNews
Golkar Yakin Pencapresan Ical Tak Berubah Aburizal Bakrie. (Fotografer - Hasan Al Habshy)
Jakarta - Berembusnya kabar ada dorongan musyarawah nasional luar biasa atau kongres untuk menggagalkan pencapresan Aburizal Bakri (Ical) disangkal juru bicara Ical, Lalu Mara Satriawangsa.

Lalu Mara, yang juga menjabat Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar ini menegaskan tidak benar terjadinya stagnasi elektabilitas Partai Golkar terkait Pemilihan Umum 2014 ini sehingga membuat pencapresan Ical perlu dievaluasi.

Lalu Mara juga menepis adanya pernyataan Ical saat di Lombok, NTB, yang mengakui adanya isu yang ditiup-tiupkan seputar dorongan digelarnya Munaslub seperti yang diberitakan media-media. "Tidak ada itu, saya selalu bersama Pak Ical di Lombok. Saya tidak mendengar ada seperti itu," kata dia saat berbincang dengan detikcom, Kamis (03/04/2014).

Ia mengklaim internal Partai Golkar solid dan tidak ada isu soal pencapresan Ical bakal dievaluasi kalau hasil Pemilu Legislatif 9 April nanti Golkar tidak memperoleh hasil yang memuaskan. "Hasil survei juga menunjukkan peringkat Golkar bagus," tegas Lalu Mara.

Caleg DPR Golkar dari daerah pemilihan NTB ini ini menambahkan pihaknya yakin dapat meraup suara yang banyak pada Pileg nanti dan pencapresan Ical tidak berubah.

Selama ini pencapresan Ical oleh sejumlah kalangan, termasuk di internal Golkar dianggap belum mutlak. Artinya, kelanjutan pencapresan Ical juga melihat hasil Pileg nanti. Jika hasil Pileg suara Golkar tidak memperoleh 20 persen kursi parlemen atau 25 persen suara sah secara nasional maka dilakukan evaluasi terhadap pencapresan Ical dan juga posisi Ical sebagai Ketua Umum Golkar.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(brn/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Segera Revisi PP Ganti Rugi Salah Tangkap Rp 1 Juta!

Ganti rugi Rp 1 juta bagi korban salah tangkap dinilai sudah tidak layak lagi. Ahli pidana UII Dr Mudzakkir mengatakan PP No 27 Tahun 1983 memuat ketentuan yang sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan sekarang. Untuk itu, Dr Mudzakkir mengusulkan PP itu harus diubah dan memasukkan ganti rugi sesuai dengan kurs terkini. Bila Anda setuju dengan usulan Dr Mudzakkir, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%