detikcom
Jumat, 28/03/2014 17:56 WIB

Jenderal (Purn) Ryamizard: Purnawirawan Tidak Bisa Diatur-atur

Idham Khalid - detikNews
Jakarta - 300 purnawirawan TNI dan Polri mendeklarasikan dukungan ke Capres Gerindra, Prabowo Subianto. Muncul anggapan bahwa para purnawirawan terpecah menjadi dua, sebab ada yang ke Jokowi. Menanggapi hal tersebut, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa purnawirawan TNI tidak bisa diatur capres manapun.

Hal ini dikatakannya kepada wartawan seusai Dialog dan Debat Materi Deklarasi Politik Suara Iluni UI "Pokok Pikiran Suara Alumni UI untuk Pembangunan Bangsa dan Negeri" di aula FKUI Salemba, Jumat (28/3/2014).

"Demokrasi, purnawirawan kan tidak bisa diatur - atur, terserah saja," katanya.

Saat ditanya ada atau tidak parpol yang sudah minta dukungan purnawirawan, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini tidak menampik hal tersebut.

"Jelas ya, semua orang ingin didukung, tapi kan siapa-siapanya saya tidak tahu," katanya.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(idh/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
45%
Kontra
55%