Detik.com News
Detik.com
Jumat, 28/03/2014 17:56 WIB

Jenderal (Purn) Ryamizard: Purnawirawan Tidak Bisa Diatur-atur

Idham Khalid - detikNews
Jenderal (Purn) Ryamizard: Purnawirawan Tidak Bisa Diatur-atur
Jakarta - 300 purnawirawan TNI dan Polri mendeklarasikan dukungan ke Capres Gerindra, Prabowo Subianto. Muncul anggapan bahwa para purnawirawan terpecah menjadi dua, sebab ada yang ke Jokowi. Menanggapi hal tersebut, Jenderal (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa purnawirawan TNI tidak bisa diatur capres manapun.

Hal ini dikatakannya kepada wartawan seusai Dialog dan Debat Materi Deklarasi Politik Suara Iluni UI "Pokok Pikiran Suara Alumni UI untuk Pembangunan Bangsa dan Negeri" di aula FKUI Salemba, Jumat (28/3/2014).

"Demokrasi, purnawirawan kan tidak bisa diatur - atur, terserah saja," katanya.

Saat ditanya ada atau tidak parpol yang sudah minta dukungan purnawirawan, mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat ini tidak menampik hal tersebut.

"Jelas ya, semua orang ingin didukung, tapi kan siapa-siapanya saya tidak tahu," katanya.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(idh/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%