Detik.com News
Detik.com
Kamis, 27/03/2014 22:02 WIB

Dana Rp 1,3 T untuk Hansip di TPS Akan Cair Sepekan Lagi

Danu Damarjati - detikNews
Dana Rp 1,3 T untuk Hansip di TPS Akan Cair Sepekan Lagi
Jakarta - Personel Perlindungan Masyarakat (Linmas) atau biasa disebut Hansip akan dikerahkan untuk menjaga TPS pada Pemilu 2014. KPU menyatakan anggaran itu akan cair ke KPU Kabupaten/Kota sepekan lagi.

"Kalau normal, sesuai dengan target kita, tanggal 3 April 2014 itu anggaran sudah sampai di KPU Kabupaten/Kota," kata komisioner KPU Arief Budiman di Gedung KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (27/3/2014).

Arief menjelaskan, persetujuan dari Kemenkeu terkait tambahan anggaran sebesar Rp 1,3 Triliun itu sudah keluar. Dana itu dialokasikan untuk pengadaan Linmas dan pembangunan TPS.

"Tapi mohon dipahami, dana tambahan itu kan hitungan yang kita sediakan sampai dengan Pemilu Presiden putaran kedua. Kalau tidak ada putaran kedua, sesungguhnya anggaran ini bisa dihemat. Linmas itu satu kali kegiatan honor yang kita berikan," tutur Arief.

Sebelumnya, KPU mengajukan anggaran tambahan sebesar Rp 1,7 triliun untuk kebutuhan pengadaan 2 orang personel linmas di TPS dan biaya pendirian TPS. Anggaran tersebut disetujui Kemenkeu sebesar Rp 1,3 triliun dari Rp 1,7 triliun yang diajukan oleh KPU.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(dnu/mpr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%