detikcom
Rabu, 26/03/2014 14:53 WIB

Ahok Kaji Agar Jam Masuk Sekolah Pukul 09.00 WIB

Ropesta Sitorus - detikNews
Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama sedang mengkaji untuk mengganti jam belajar anak di Jakarta. Aktivitas sekolah yang mulai pukul 06.30 WIB dianggap terlalu membebani pelajar. Ahok pun menuturkan jam belajar anak diusulkan mulai pukul 09.00 WIB.

"Ada yang usul kenapa nggak dibuat jam 9 pagi saja, nah kita akan kaji, kalau dia jam 9 berarti pulangnya lebih sore dong," kata dia kepada wartawan di Balai Kota, Jakarta, Rabu (26/3).

Kajian ini menurut Ahok dibuat karena pemberlakuan jam belajar pukul 6.30 WIB seperti sekarang tak juga bisa mengatasi kemacetan. Tetapi, menggeser jam belajar jadi lebih pukul 9 juga tak serta merta menyelesaikan masalah.

"Karena kadang-kadang jam 9 pagi juga lebih macet kan," ujarnya.

Sebelumnya psikolog anak Seto Mulyadi mengkritisi jam masuk sekolah yang terlalu pagi. Seto melihat jam 06.30 WIB terlalu memberatkan, bahkan banyak anak yang tak sempat sarapan.

"Anak menjadi seperti robot," kata Seto.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(ros/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%
MustRead close