Detik.com News
Detik.com
Rabu, 26/03/2014 09:04 WIB

H-9 Batas Diyat Satinah

Satinah Harus Diselamatkan dari Hukum Pancung di Saudi!

Ferdinan - detikNews
Satinah Harus Diselamatkan dari Hukum Pancung di Saudi!
Jakarta - Satinah, TKW asal Semarang, Jateng, terancam hukuman pancung bila diyat tidak dibayarkan pada batas akhir 3 April 2014. Dia dipidana atas kasus perampokan dan pembunuhan. Dia bisa diampuni apabila dibayarkan uang tebusan atau diyat sebesar Rp 21 miliar pada keluarga korban di Saudi.

"Saya tidak setuju masalah hukum TKI di Saudi solusinya bayar diyat. Namun, apabila pemerintah tak berikan perlindungan dan pendampingan hukum secara optimal, maka dalam kasus Satinah bayar diyat adalah keharusan," jelas anggota DPR Rieke Dyah Pitaloka dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (26/3/2014).

Menurut Rieke, masih ada waktu 9 hari lagi untuk berjuang menyelamatkan nyawa Satinah. Menurut politisi PDIP ini, tak ada alasan untuk tidak membayar diyat bagi Satinah.

"Tak ada alasan tak bayar, anggaran pasti ada," jelasnya.

Satinah dipidana pada 2006 lalu. Kemudian setelah menjalani proses persidangan pada 2007, Satinah divonis mati. Pemerintah kemudian bergerak melakukan lobi. Satinah yang awalnya divonis mati mutlak akhirnya berubah menjadi bisa diganti dengan bayar diyat (uang darah atau kompensasi).

Hukuman mati Satinah sudah ditunda 5 kali dan proses perdamaian dengan keluarga dilakukan. Hingga akhirnya, keluarga mau memaafkan asalkan membayar uang tebusan Rp 21 miliar. Bila tidak dibayar akan dihukum pancung pada awal April. Pemerintah baru mendapatkan dana Rp 12 miliar dan terus melakukan lobi. Penggalangan dana untuk Satinah juga diupayakan Kemlu dan Pemprov Jateng.

Tak hanya itu saja, publik juga bereaksi. Dikomandani duta buruh migran yang juga penyanyi Melanie Subono penggalangan dana secara masif dilakukan. Sejumlah artis juga terlibat. Upaya publik ini dilakukan antara lain lewat media sosial.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fdn/ndr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%
MustRead close