detikcom

Selasa, 25/03/2014 04:47 WIB

MAS Sampaikan Belasungkawa pada Keluarga Penumpang dan Awak MH370

Indah Mutiara Kami - detikNews
Kuala Lumpur - Pihak Malaysia Airlines menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga penumpang MH370 yang sudah dinyatakan berakhir di Samudera Hindia. Maskapai tersebut juga berjanji untuk terus mendampingi dan mendukung keluarga penumpang.

"Atas nama kami semua di Malaysia Airlines dan seluruh warga Malaysia, doa kami tertuju pada keluarga dari 226 penumpang dan 13 kolega kami di waktu yang sangat menyedihkan ini," tulis maskapai Malaysia Airlines dalam laman situs mereka, Senin (24/3/2014).

MAS sadar bahwa tidak ada ucapan yang mampu menghapus duka mendalam dari keluarga penumpang MH370 yang hilang sejak 8 Maret 2014 lalu. Mereka berjanji untuk terus memberi dukungan pada keluarga.

"Kami akan terus menyiapkan pendampingan dan dukungan untuk anda, seperti yang telah kami lakukan sejak MH370 menghilang pada 8 Maret saat terbang dari Kuala Lumpur ke Beijing," tambah pihak MAS dalam pernyataannya.

Pihak MAS akan tetap melanjutkan operasi pencarian pesawat MH370 yang telah melibatkan banyak negara. Investigasi yang intensif dilakukan untuk memberikan jawaban pada keluarga penumpang serta awak pesawat.

"Sekali lagi, dengan penuh rendah hati kami secara tulus memberikan pemikiran, doa, dan dukacita kepada semua yang terkena dampak dari tragedi ini," tutup MAS dalam pernyataan tersebut.

PM Malaysia Najib Razak menyatakan bahwa pesawat Malaysia Airlines MH370 telah berakhir di Samudera Hindia bagian selatan. Keterangan lebih lanjut akan diberikan pada konferensi pers Selasa (25/3).


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(jor/jor)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%