Senin, 24/03/2014 13:02 WIB

Suryadharma Ingin Jadi Cawapres Prabowo? Ini Jawaban PPP

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Ketua Umum PPP Suryadharma Ali tampil di atas panggung Partai Gerindra bersama capres Prabowo Subianto. Apakah aksi Suryadharma ini merupakan pengajuan diri menjadi cawapres Prabowo?

"PPP belum memutuskan soal capres dan cawapres," tutur Ketua DPP PPP Arwani Thomafi saat dihubungi, Senin (24/3/2014).

Sesuai dengan hasil Mukernas II di Bandung, Arwani menjelaskan, keputusan untuk mengusung capres dan cawapres dari PPP akan dilakukan dalam forum Rapimnas setelah Pileg 9 April.

PPP mengimbau agar kehadiran Suryadharma di hajatan Gerindra kemarin jangan diartikan terlalu jauh. Menurut PPP, pendekatan politik semacam itu merupakan hal biasa di tahun politik.

"Jangan ditafsiri secara berlebihan. Ini komunikasi politik antar pimpinan parpol ditengah kontestasi Pemilu yang semakin dinamis," tutur Arwani.

Arwani menuturkan, meski berbeda partai namun semua anak bangsa adalah saudara. Jadi PPP tak akan keberatan bila mempererat persaudaraan dengan partai manapun, termasuk Gerindra.

"Ini untuk menunjukkan persaudaran sesama kader bangsa. Persaudaraan ini yang terpenting. Boleh berbeda partai tapi hati tetap dingin," ujar Arwani.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/van)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
0%
Kontra
100%