Sabtu, 22/03/2014 13:49 WIB

Pencarian MH370 akan Terus Dilakukan Meski Masa Aktif Kotak Hitam Berakhir

Novi Christiastuti Adiputri - detikNews
AMSA
Kuala Lumpur - Pencarian pesawat Malaysia Airlines (MAS) MH370 telah berjalan selama dua minggu tanpa membuahkan hasil. Otoritas Malaysia memastikan pencarian akan terus dilakukan meskipun pemancar sinyal pada kotak hitam pesawat kehabisan baterai.

Pemancar sinyal yang ada pada kotak hitam MAS MH370 hanya bisa berfungsi selama 30 hari semenjak menghilang pada 8 Maret lalu. Jika pemancar sinyal tersebut mati, maka misi pencarian kotak hitam MAS MH370 tentu akan semakin sulit.

"Kami akan terus melakukan pencarian hingga MH370 ditemukan. Setiap informasi yang kami terima dari tim Prancis, yang membutuhkan waktu 2 tahun untuk menemukan kotak hitam pesawat Air France Flight 447, akan digunakan bersama dengan setiap teknologi yang tersedia," terang Pelaksana Tugas Menteri Transportasi Malaysia, Hishammuddin Hussein, seperti dilansir The Star, Sabtu (22/3/2014).

Tim dari Badan Keselamatan Penerbangan Prancis (BEA) telah berada di Malaysia sejak Senin (17/3) lalu. Tim ini akan membantu penyelidikan dan pencarian MAS MH370.

Pada tahun 2009 lalu, tim BEA terlibat dalam penyelidikan jatuhnya pesawat Air France 447 yang menewaskan 228 penumpangnya. Kotak hitam pesawat nahas tersebut baru berhasil ditemukan 2 tahun setelah kecelakaan tersebut terjadi.

Hishammuddin menambahkan, operasi pencarian MAS MH370 telah menjadi operasi global karena melibatkan banyak negara. Bahkan Amerika Serikat, China dan Jepang bekerja bersama dalam pencarian dengan menggunakan peralatan dan perlengkapan canggih miliknya.

"Ada pesawat Poseidon, P3 Orions dan citra satelit, dan kami sebagai komunitas global bekerja bersama untuk semakin mempersempit area pencarian. Jika dengan semua ini, kita tidak bisa mempersempitnya, saya tahu tahu lagi siapa yang bisa," tuturnya.

"Koridor selatan merupakan area yang menjadi fokus kami dan kami perlu untuk mengurangi luas area pencarian yang sangat besar. Ini akan berlangsung jangka panjang dan kami menyusuri secara mendalam dan fokusnya adalah mengurangi area pencarian dan melakukan penyelamatan jika memungkinkan," tegas Hishammudin.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(nvc/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%