Jumat, 21/03/2014 09:12 WIB

Hari ke-522 Jokowi

Pagi Ini Jokowi Lantik 180 Kepsek Hasil Lelang Jabatan

Sukma Indah Permana - detikNews
Jakarta - Sebanyak 180 kepala sekolah di wilayah Jakarta akan dilantik oleh Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi). Pelantikan digelar di halaman Balai Kota dengan nuansa adat Betawi yang kental.

"Ada 117 Kepala SMA, 63 Kepala SMK, dan 44 kepala Puskesmas," ujar Kepala BKD DKI, I Made Karmayoga, saat dihubungi, Jumat (21/3/2014).

Selain itu, Made mengatakan terdapat lima lurah dan satu orang camat hasil evaluasi yang juga akan dilantik. Empat orang lurah di antaranya berasal dari Jakarta Pusat.

"Satu camat dari Cilincing karena kesehatan jadi kinerjanya tidak optimal," imbuhnya.

Suasana meriah sudah terasa di halaman Balai Kota. Sebuah panggung berukuran kira-kira 10 x 5 meter sudah dihias dengan bunga-bunga lengkap dengan ondel-ondel di sisi kanan dan kiri panggung. Alunan musik gambang kromong ikut menyemarakkan tempat pelantikan tersebut yang akan dimulai digelar pukul 10.00 WIB.

Para tamu undangan juga sudah mulai berdatangan. Mereka mengenakan pakaian adat khas Betawi.

Seperti yang diketahui, lelang jabatan kepala SMA diikuti oleh 780 peserta yang terdiri dari kepala sekolah definitif dan guru biasa. Prosesnya juga sempat diulang karena laporan adanya dugaan kecurangan.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(sip/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
75%
Kontra
25%