Kamis, 20/03/2014 16:59 WIB

Kak Seto: Kalau Tak Ada yang Jaga Anak, Jangan Ikut Kampanye!

Indah Mutiara Kami - detikNews
Jakarta - Partai politik mengemukakan banyak alasan terkait keterlibatan anak-anak saat kampanye, mulai dari mencari rekreasi hiburan hingga tak ada pembantu yang menjaga. Pemerhati anak Seto Mulyadi meminta agar orang tua tidak ikut kampanye bila tidak ada yang menjaga anaknya.

"Kalau tidak ada yang jaga, ya jangan ikut kampanye. Anak jangan dikorbankan, bukan seperti itu caranya. Itu pelanggaran hak anak dan penuh kemungkinan bahaya," kata pria yang akrab disapa Kak Seto ini di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (20/3/2014).

Kak Seto pernah mengusulkan agar parpol menyiapkan acara berbeda yang bebas dari atribut politik untuk anak-anak. Dengan begitu, anak-anak pun bisa tetap terhibur.

"Parpol bikin acara, misalnya dongeng yang bebas dari hingar bingar politik. Nah saat itu, bapak ibunya bisa ikut kampanye," ujar Kak Seto.

Mengajak anak ke kampanye parpol, selain bisa berbahaya bagi anak karena potensi keramaian atau ricuh, bisa juga memberikan pengaruh buruk. Anak jadi melihat politik sebagai suatu hal yang buruk.

"Jadi kontraproduktif. Mereka melihat politik kotor, saling menghujat, saling berantem," ucap Kak Seto.

Oleh sebab itu, Kak Seto memberikan anjuran tegas pada masyarakat. "Jangan pernah pilih parpol yang membiarkan pelanggaran hak anak," tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, Ketum Partai Golkar Aburizal Bakrie beralasan bahwa keterlibatan anak saat kampanye adalah karena tak ada pembantu yang menjaga.

"Masalah anak, di dalam masyarakat Indonesia banyak sekali masyarakat yang tak punya pembantu, pada saat dia mau pergi dia selalu bawa anaknya," kata Aburizal Bakrie di Hotel Aston, Medan, Kamis (20/3).



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%