detikcom
Kamis, 20/03/2014 02:43 WIB

Uang yang Berputar pada Pemilu 2014 Diprediksi Mencapai Rp 115 T

Ropesta Sitorus - detikNews
Jakarta - Biaya investasi politik dalam Pemilu 2014 berdampak mendorong geliat perekonomian. Penelitian Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) mengungkapkan, uang yang berputar dalam Pemilu kali ini mencapai Rp 115 triliun.

Dosen dan peneliti LPEM, Teguh Dartanto berujar pemilu memang proses politik namun proses riuh ini selalu menggairahkan aktifitas ekonomi.

“Dampak peningkatan biaya investasi membuat perputaran uang meningkat tajam dan pertumbuhan ekonomi juga meningkat,” ucapnya dalam seminar bertajuk Menjadi Wakil Rakyat: Investasi dan Relasi Calon Legislatif, di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Menurut Teguh, persentase dana bergulir terbesar berasal dari dana caleg DPRD yakni Rp 71,22 triliun atau 62 persen. Perputaran dana pemerintah, baik dari APBN maupun APBD mencapai Rp 25,12 triliun atau 22 persen. Berikutnya sebanyak Rp 10,81 triliun atau 9 persen adalah kampanye Capres/Cawapres. Terakhir, Rp 8,15 triliun adalah biaya kampanye caleg DPR.

Dana yang bergulir itu membawa dampak lanjutan ketika dibelanjakan untuk proses kampanye. “Jadi kegiatan percetakan alat peraga kampanye misalnya juga akan mendorong aktifitas di sektor lain yang berkaitan seperti industri kertas, cat, buruh cetak,” katanya.

Dengan jumlah uang berputar yang besar, aktifitas Pemilu juga mendorong terciptanya lapangan kerja 2,48 juta orang. Sektor industri yang banyak menyerap tenaga kerja yakni industri tekstil dan pakaian jadi, transportasi dan telekomunikasi, sektor industri kertas dan percetakan. Dia memperkirakan perekonomian akan bertumbuh 0,5-0,7 persen.

“Yang paling menggembirakan, ada 894 ribu kesempatan kerja baru di sektor jasa lain yang tidak jelas batasannya, termasuk aktifitas pengerahan massa kegiatan kampanye dan saksi-saksi pemilu. Walaupun sebagian besar bukan kesempatan kerja tetap, tapi ini sudah cukup memberikan manfaat dalam mengurangi pengangguran,” beber Teguh.

Dalam Pileg yang digelar pada 9 April mendatang, ada 6.708 caleg DPR, 929 Caleg DPD, 23.287 caleg DPRD provinsi, 200.874 caleg DPRD. Teguh menuturkan, dana kampanye optimal untuk Caleg DPR yakni Rp 787 juta – Rp 4,6 miliar sedangkan untuk anggota DPRD provinsi yakni Rp 320 juta – Rp 481 juta. Namun, menurut Teguh, kebanyakan caleg menggelontorkan dana lebih dari angka itu.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(ros/dha)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%