Sabtu, 15/03/2014 13:40 WIB

Ulama Tasik dan PPP Jabar Beri Sinyal Dukung JK Jadi Cawapres Jokowi

Kristiadi - detikNews
Jakarta - Jokowi masih mencari figur Cawapres. Sejumlah nama mulai bermunculan. Salah satu calon kuat tak lain Jusuf Kalla (JK). Soal majunya JK mendampingi Jokowi ini pun direstui ulama Tasikmalaya dan PPP Jabar.

Dalam kesempatan kunjungan silaturahmi dan doa bersama para ulama di Gedung Juang 45, Jl Saptamarga, Tasikmalaya, Sabtu (15/3/2014), JK yang datang ditemani Ketua PPP Jabar Rahmat Yasin disambut para ulama.

"Kami sangat menyambut baik kedatangan ketua umum PMI bersama rombongan ke kota santri ini. Karena di Indonesia banyak bermunculan Capres seperti halnya Jokowi dan untuk Ulama Tasikmalaya, siap mencalonkan Yusuf Kalla," kata Kyai Ateng Zaelani dihadapan tokoh ulama Ponpes.

Sedang Ketua DPW Jawa Barat, Ramhat Yasin mengatakan, pihaknya hanya mendampingi Jusuf Kalla ke Tasikmalaya sebagai Ketua DMI dan PMI. Adapun terkait pencalonan Capres dan Cawapres dari PPP, sudah punya ketetapan. Namun Rahmat Yasin memberi lampu hijau soal JK.

"PPP tidak tergantung dengan hasil survei, karena JK sebagai popularitas. Siapa yang tidak kenal JK? Masyarakat Indonesia sudah tahu JK. Jadi Jawa Barat akan mengambil yang berpeluang besar akan diusung menjadi Capres dan Cawapres sesuai situasi dan kondisi nanti," ungkap Rahmat Yasin.

Sementara itu, JK mengatakan, pihaknya belum menerima telepon dari ketua Umum PDIP Megawati Sukarno Putri terkait pendampingan dengan Jokowi. "Saya belum menerima telepon dari Ketua Umum PDIP yang jelas menunggu hasilnya seperti apa," katanya.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(trq/trq)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%