detikcom

Jumat, 14/03/2014 17:30 WIB

Tren Caleg Cabe-cabean

Ini Bahaya jika Caleg Cabe-cabean Lolos ke Senayan

Hardani Triyoga,Ropesta Sitorus - detikNews
Halaman 1 dari 2
Sosialisasi pemilu 2014
Jakarta - Novriantoni Kahar berkali-kali mengingatkan, akan sangat berbahaya jika calon legislator yang lolos ke Senayan adalah caleg cabe-cabean. Meski jumlahnya hanya belasan, angka ini cukup banyak dibandingkan lima tahun lalu.

Artinya, dalam kondisi seperti ini menurut dosen Universitas Paramadina Jakarta itu, masyarakat mesti kritis dan memahami kualitas calon sebelum memberikan hak suaranya. Hasil pemilihan umum 2009 lalu membuktikan bahwa banyak caleg tidak kompeten justru lolos karena modal tampang serta popularitas.

Sebaliknya caleg berkualitas namun modal uangnya sedikit tidak lolos. Karena menurutnya parpol sering juga menjaring caleg dari kalangan aktivis atau intelektual. Tapi, kenyataannya beberapa masih kalah dari caleg cabe-cabean.

“Mereka yang jadi dagelan, guyonan, banyolan orang-orang. Tapi, justru mereka yang kepilih,” kata Novri saat berbincang dengan detikcom, Kamis (13/3) kemarin.

Menurut Novri jika caleg cabe-cabean yang lolos, maka kinerja DPR dipastikan tak akan membaik, melainkan stagnan. Meski demikian persoalan ini mesti dikembalikan ke masyarakat dan juga tidak bisa dipersalahkan karena aturannya seperti itu.

“Ya pada akhirnya ini kan gambaran dan cermin dari masyarakat. Mereka tepilih oleh masyarakat. Kita harus bisa ngerti itu karena pilihan masyarakat. Enggak bisa disalahkan. Terlepas dari cara apa dia dipilih,” kata Novri.

Hal yang sama dikatakan M. Qodari. Direktur Eksekutif Indo Barometer ini mengatakan, caleg yang dipasang asal-asalan atau sekadar jadi pelengkap tidak memiliki bekal kemampuan berpolitik mumpuni. Next

Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(erd/erd)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%