Detik.com News
Detik.com
Jumat, 14/03/2014 14:47 WIB

Kasus Video Mesum, MUI Pecat SS dari Jabatan Ketua DKM dan BAZIS Bogor

Gagah Wijoseno - detikNews
Kasus Video Mesum, MUI Pecat SS dari Jabatan Ketua DKM dan BAZIS Bogor Ilustrasi/ Dok Detikcom
Jakarta - Majelis Ulama Indonesia (MUI) perwakilan wilayah Bogor mengambil tindakan tegas pada SS terkait kasus video porno. MUI sudah memecat SS dari jabatan di bidang komisi hubungan luar negeri, serta sejumlah jabatan lain.

"SS juga dipecat dari jabatan Ketua DKM Baitul Faizin (masjid raya Kabupaten Bogor-red) dan Ketua BAZIS Bogor," kata Ketua MUI Bogor KH Dr Mukri Aji saat berbincang dengan detikcom, Jumat (14/3/2014).

Mukri menyampaikan, sejak pekan lalu MUI melakukan penyelidikan. Informasi soal video itu didapatkan dari pengurus MUI di Cisarua, Puncak, Bogor. Setelah dilakukan penyelidikan dan pemeriksaan ternyata benar pemeran di video itu SS dan dua guru PAUD R dan T.

"Ini kesalahan oknum ulama, bukan institusi," terang Mukri.

Sebelumnya, pihak MUI sudah melakukan pemanggilan pada pelaku namun yang bersangkutan tak datang. Hingga akhirnya setelah melakukan rapat para ulama, diambil keputusan tegas pada SS. Video dalam bentuk CD ini menyebar di kawasan Bogor sejak sebulan lalu.

"Semua jabatan yang melekat pada dia juga dicopot," tuturnya.

Selain itu, pihak MUI juga akan melakukan pemeriksaan pada keuangan sejumlah masjid dan lembaga zakat yang dipegang SS. "Jangan sampai ekonomi umat hancur," tutupnya.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(gah/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%