Detik.com News
Detik.com
Kamis, 13/03/2014 18:43 WIB

Polisi Periksa 2 Aktris Video Mesum '2 PNS Hebohkan Puncak'

Farhan - detikNews
Polisi Periksa 2 Aktris Video Mesum 2 PNS Hebohkan Puncak Ilustrasi/ Dok Detikcom
Bogor - Polisi turun tangan mengusut video '2 PNS Hebohkan Puncak'. Dua perempuan pemeran video telah dipanggil, sedangkan aktornya akan diperiksa untuk selanjutnya.

"Kita baru memeriksa dua saksi, dua wanita. Dalam waktu dekat kita panggil SSJ dan keluarganya," kata Wakapolres Bogor, Kompol Ferry Irawan, kepada wartawan, Kamis (13/3/2014).

Dua aktris dalam video berinisial R, guru honorer dan T, guru PAUD. Sedangkan SSJ merupakan mantan pengurus MUI Kabupaten Bogor.

Polisi merespons aspirasi ulama dan mengaku sudah melakukan upaya-upaya dalam menindaklanjuti kasus tersebut. "UU yang akan dikenakan UU Pornografi dan UU ITE. Kita akan proses secepat mungkin karena sudah meresahkan masyarakat," kata Ferry.

Polisi masih mendalami tersebarnya video tersebut ke masyarakat. Barang bukti terus dikumpulkan. "Selanjutnya baru kita akan buru penyebar video tersebut dan baru bisa diketahui motifnya nanti setelah ada yang ditetapkan tersangka," kata Ferry.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(try/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
  • Jumat, 17/04/2015 20:40 WIB
    Wawancara
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat
    Luhut Panjaitan: Persiapan KAA Super Singkat Kepala Staf Kepresidenan Jenderal (Purn) Luhut Binsar Panjaitan ditunjuk sebagai penanggung jawab peringatan 60 tahun KAA. Hanya tersedia waktu kurang lebih 6 minggu bagi panitia untuk mengadakan persiapan.
ProKontra Index »

Jokowi Presiden Pilihan Rakyat, Bukan Presiden Partai!

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri mengungkap hukum demokrasilah yang mengatur presiden dan wapres ikut garis politik partai. Namun pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio membantah pernyataan Mega, karena presiden adalah pilihan rakyat, bukan presiden partai. Bila Anda setuju dengan pendapat Hendri Satrio, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%