detikcom

Kamis, 13/03/2014 11:43 WIB

Petaka Cinta Segitiga

Ade Sara di Pusaran Cinta Segitiga

Rachmadin Ismail,Hardani Triyoga - detikNews
Halaman 2 dari 2
Rabu (12/3) kemarin, Hafitd dan Syifa menjalani pemeriksaan psikologi di Markas Polda Metro Jaya Jakarta. Pemeriksaan psikologi dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan kedua tersangka, baik sebelum maupun sesudah melakukan pembunuhan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto mengatakan pembunuhan terhadap Ade Sara didasari atas cinta segitiga. Hafitd dan Sara sebelumnya sempat menjalin cinta. Namun Sara memutus secara sepihak.

Dalam perkembangan selanjutnya, Hafitd berpacaran dengan Syifa. Namun Hafitd masih kerap berusaha menghubungi Sara. Karena sering tak direspon Hafitd pun sakit hati. Sementara Syifa juga ikut membunuh karena didorong rasa cemburu kepada korban, yang takut kehilangan cinta Hafitd. Kedua tersangka kemudian merencanakan pembunuhan itu sepekan sebelum korban dieksekusi.

Kasus tewasnya Sara menambah daftar panjang pembunuhan akibat cinta segitiga. Pada 6 Januari 2013 Ina alias Yenny (33 tahun) tewas di tangan Ferry, sang kekasih. Ferry mengaku membunuh Ina di kosannya Mangga Besar, Taman Sari, Jakarta Barat karena dibakar api cemburu.

Pada Oktober 2013 lalu Holly Angela Ayu ditemukan tewas di Apartemen Kalibata, Jakarta Selatan. Pembunuhan Holly diduga melibatkan suami sirinya Gatot Supiartono. Holly meminta Gatot menceraikan istri pertamanya, Herbudiati.

Guru Besar Kriminolog dari Universitas Indonesia Tubagus Ronny Nitibaskara mengatakan, dalam beberapa kasus pembunuhan karena cinta segitiga cenderung lebih sadistis. Naluri membunuh muncul karena sakit hati dari persoalan cinta yang tidak memiliki obat.

Perasaan kecewa karena gagalnya hubungan cinta segitiga bisa menjadi contohnya. Meski pelaku sekalipun sudah memiliki keluarga atau istri tidak menjamin pola pikirnya rasional. Terkesan memang sepele, tapi justru kata dia persoalan ini yang beberapa kali memunculkan kematian menghebohkan.

“Tidak mudah memang memiliki jawaban tunggal dalam persoalan ini, Tapi, rasa benci akibat cinta segitiga itu bisa muncul, mengeluarkan agresifitas luar biasa,” kata Ronny kepada detikcom, Rabu (12/3) kemarin.
Halaman 1 2

Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(erd/erd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%