detikcom
Senin, 10/03/2014 10:18 WIB

Pesawat MAS yang Hilang Pernah Alami Patah Sayap

Rita Uli Hutapea - detikNews
keluarga penumpang MAS (Reuters)
Kuala Lumpur, - Keberadaan pesawat Malaysia Airlines (MAS) yang hilang pada Sabtu, 8 Maret lalu belum juga ditemukan. Pihak maskapai MAS menyatakan bahwa pesawat Boeing 777-200 tersebut pernah mengalami patah sayap pada tahun 2012 lalu. Namun kerusakan itu telah diperbaiki sepenuhnya dan dinyatakan aman untuk terbang.

Insiden patah sayap tersebut terjadi saat pesawat tersebut bersenggolan dengan pesawat lain di landasan Bandara Internasional Pudong di Shanghai.

"Pesawat mengalami patah di ujung sayap. Bagian ujung sayap, kemungkinan sepanjang satu meter, patah," kata CEO MAS Ahmad Jauhari Yahya kepada para wartawan seperti dilansir kantor berita AFP, Senin (10/3/2014).

"Itu telah diperbaiki oleh Boeing dan dinyatakan aman oleh Boeing dan disetujui oleh berbagai otoritas. Pesawat aman untuk terbang," imbuhnya.

Berbagai spekulasi beredar mengenai apa yang terjadi pada penerbangan MH370 yang mengangkut 239 orang tersebut. Lokasi terakhirnya tercatat di wilayah perairan antara Malaysia dan Vietnam selatan.

Operasi pencarian internasional terus dilakukan untuk menemukan pesawat MAS bertujuan Beijing, China tersebut. Tercatat setidaknya 34 pesawat dan 46 kapal laut dikerahkan ke perairan Laut China Selatan dan Selat Malaka untuk misi pencarian ini.

Dewan Keselamatan Transportasi Nasional Amerika Serikat (NTSB) juga telah mengirimkan tim penyelidik untuk membantu dalam investigasi. Tim ini termasuk para penyelidik dari NTSB dan para penasihat teknis dari Boeing dan Badan Aviasi Federal AS (FAA).

Seperti dilansir media Malaysia, New Straits Times, Senin (10/3/2014), aset-aset yang dikerahkan dalam pencarian ini mencakup pesawat-pesawat dan kapal-kapal dari Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, Indonesia, China, Australia dan Amerika Serikat.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(ita/ita)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%