Detik.com News
Detik.com

Sabtu, 08/03/2014 21:27 WIB

Pencarian Pesawat MH370, Ada 2 Spot Tumpahan minyak di Perairan Vietnam

Rina Atriana - detikNews
Pencarian Pesawat MH370, Ada 2 Spot Tumpahan minyak di Perairan Vietnam
Jakarta - Misteri hilangnya pesawat Malaysia Airlines belum juga terungkap. Namun, pemerintah Vietnam telah mengirim dua kapal ke perairan Laut Cina Selatan karena mencurigai 2 titik tumpahan minyak.

"Dua pesawat kami melihat dua titik tumpahan minyak sepanjang 15 sampai 20 kilometer (10-12 mil), memanjang secara paralel, setiap titik terpisah 500 meter satu dengan yang lain," kata Wakil Kepala Tentara Vietnam, Vo Van Tuan, seperti dilansir AFP, Sabtu (8/3/2014).

Tumpahan minyak tersebut dicurigai sebagai tempat hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370. Perairan tersebut berada di antara selatan Vietnam dan utara Malaysia .

"Kami tidak yakin darimana dua titik tumpahan minyak tersebut berasal. Kami telah mengirim kapal-kapal Vietnam ke daerah tersebut," ujar Tuan.

Upaya penyelamatan terus dilakukan oleh berbagai negara yang Di antaranya Malaysia , Vietnam , Filipina dan Cina dimana 153 warganya ada di dalam pesawat.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(rna/gah)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
96%
Kontra
4%