Detik.com News
Detik.com
Jumat, 07/03/2014 21:19 WIB

Hari ke-508 Jokowi

Gara-gara Tampil di Youtube, Ahok Dibujuk Perusahaan untuk Endorse Produk

Mulya Nurbilkis - detikNews
Gara-gara Tampil di Youtube, Ahok Dibujuk Perusahaan untuk Endorse Produk
Jakarta - Ahok mengaku 10 sepeda yang diterimanya bukan dari Corporate Social Responbility (CSR) tapi pemberian dari produsen sepeda tersebut. Tak hanya sepeda, politisi Gerindra ini mengaku juga dibujuk untuk meng-endorse beberapa produk makanan.

"Itu memang dia yang kasih. Dia juga senang kan karena merknya keluar. Jadi dia hibah ke pemprov. Maunya dikasih ke saya tapi nanti jadi gratifikasi kan. Makanya dikasih ke pemprov. Nanti dikasih surat kasih saya pakai," kata Wakil Gubernur DKI, Basuki T Purnama di Balai Kota, Jalan Merdeka Selatan, Jakpus, Jumat (7/3/2014).

Selain sepeda tersebut, ia juga ditawari beberapa produsen makanan dan minuman. Alasannya karena ia sering tampil di youtube dan videonya banyak yang menonton.

"Ini aja yang pengusaha-pengusaha minuman, kan banyak yang nonton di Youtube. Mereka bilang 'boleh nggak kasih minuman di meja bapak'? Biar kelihatan," ujar Ahok.

Ahok memang kerap memposting video pertemuannya di Youtube dengan beberapa pihak. Video ini cukup menarik perhatian para pengguna internet khususnya yang kerap menonton video di Youtube.

Selasa (4/3) lalu Ahok menerima 10 unit sepeda dari perusahaan sepeda. Sepeda ini didaftarkan ke BPKD untuk menjadi aset pemprov DKI. Dengan didaftarkan sebagai aset pemprov DKI, Ahok dan Jokowi terhindar dari dugaan gratifikasi karena sepeda tersebut tercatat sebagai kendaraan dinas milik pemprov DKI.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bil/fjr)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%