detikcom
Selasa, 04/03/2014 15:17 WIB

Ritual Caleg Ziarah Kubur

Begini Cara Menghitung Harga Satu Kursi di DPR

ERWIN DARIYANTO - detikNews
Simulasi pemungutan suara Pemilu. (foto-detikcom)
Jakarta - Fenomena calon anggota legislatif melakukan ritual ke tempat keramat meningkat menjelang pemilihan umum. Para calon wakil rakyat itu menanggalkan rasionalitas untuk mengejar jabatan. Memang pada pemilu tahun 2014 ini para caleg harus bekerja keras.

Maklum persaingan tahun ini lebih ketat dibanding pada Pemilu 2009 lalu. Selain jumlah caleg yang berniat maju makin banyak, 'harga' satu kursi di Dewan Perwakilan Rakyat RI dipastikan juga lebih mahal.

Harga di sini bukan dalam hitungan rupiah, namun dalam jumlah suara yang harus diperoleh seorang caleg untuk bisa duduk di kursi Senayan.

Lolos tidaknya seorang caleg ditentukan oleh jumlah suara yang diperoleh dibagi dengan bilangan pembagi pemilih. Untuk kursi DPR RI, bilangan pembagi pemilih dihitung dari jumlah suara sah dari seluruh partai yang memenuhi 3,5 persen parliamentary threshold dibagi jumlah kursi tersedia.

Sementara untuk kursi DPRD Provinsi dan Kabupaten/Kota, BPP adalah jumlah suara sah dibagi jumlah kursi. Sehingga menurut pengamat politik dari Universitas Gajah Mada Yogyakarta Ari Dwipayana harga sebuah kursi di DPR ditentukan oleh jumlah suara sah.

“Makin banyak jumlah suara sah dalam pemilu, maka harga satu kursi di DPR kian mahal,” kata Ari kepada detikcom, Selasa (4/3).





Tiap-tiap daerah pemilihan juga memiliki 'harga' kursi yang berbeda-beda, tergantung dari jumlah pemilih dan suara sahnya. Misalnya 'harga' kursi untuk dapil Jakarta akan lebih mahal dibanding harga satu kursi dari dapil Papua.

Pada pemilu 2014 ini di Jakarta ada 6.846.230 calon pemilih yang terbagi dalam 10 daerah pemilihan. Sementara di Papua hanya ada 495.189, terbagi di tujuh dapil.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(erd/brn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%