Sabtu, 15/02/2014 20:32 WIB

Personel Marinir Patroli Malam Amankan Perkampungan Warga

Imam Wahyudiyanta - detikNews
marinir berjaga-jaga (Imam/detikcom)
Jakarta - Prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satuan Tugas Penanggulangan Bencana TNI AL melakukan patroli malam di kawasan rumah warga yang ditinggalkan mengungsi, di Desa Sugih Waras, Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan rumah warga.

"Kegiatan patroli dilakukan untuk menjaga keamanan lingkungan serta menjaga harta benda warga yang ditinggalkan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan," kata Dansatgas Penanggulangan Bencana TNI AL Letkol Marinir Irpan Nasution dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (15/2/2014).

Irpan mengatakan, patroli malam dilaksananakan dari Desa Wates Kecamatan Wates sampai dengan Desa Sugih Waras Kecamatan Ngancar Kabupaten Kediri. Para personel akhirnya berpatroli bersama setelah bertemu dengan aparat TNI/Polri beserta warga yang melaksanakan ronda malam.

"Sebelumnya kami juga mendistribusikan bahan makanan kepada warga," lanjut Irpan.

Bantuan tersebut, kata Irpan, bertujuan untuk membantu warga yang sedang melakukan aktivitas pembersihan material vulkanik di rumah mereka masing-masing.

Kedatangan Satgas TNI AL yang membawa satu truk bahan makanan langsung diserbu warga. Warga Desa Ngancar merasa terbantu dengan adanya bantuan yang langsung diberikan ke tempat tinggal mereka. Sebanyak satu tim Pasukan Intai Para Amfibi-1 Marinir dikerahkan untuk menyalurkan batuan tersebut. Bantuan ini diserahkan langsung oleh Perwira Satgas TNI AL, kepada warga sekitar Desa Ngancar.

Kebanyakan warga yang masih berada di daerah bahaya meletusnya Gunung Kelud tersebut rata-rata kaum pria. Pada siang hari mereka meninggalkan pengungsian untuk melihat kondisi rumah dan hewan ternak.

Warga terus membersikan atap dan pekarangan mereka yang tertutup abu vulkanik Gunung Kelud. Mereka khawatir jika abu vulkanik yang menutupi atap rumah itu tidak segera dibersihkan maka jika hujan turun atap rumahnya dapat roboh.

Selain itu warga dibantu aparat TNI/Polri secara bergotong royong membersihkan material vulkanik yang menunutup aspal di jalan-jalan raya, agar debu tidak berterbangan saat ada kendaraan lewat.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(iwd/spt)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%