Detik.com News
Detik.com
Jumat, 14/02/2014 02:16 WIB

Hujan Abu Gunung Kelud Masih Terjadi di Ponorogo

Ferdinan - detikNews
Hujan Abu Gunung Kelud Masih Terjadi di Ponorogo Foto: pembaca
Jakarta - Muntahan material vulkanik terus keluar dari Gunung Kelud. Hujan abu di sejumlah wilayah Jawa Timur masih terjadi.

"Hujan abunya deras, sampai sekarang masih turun," kata Yadi warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Ponorogo saat dihubungi pukul 02.05 WIB, Jumat (14/2/2014).

Hujan abu mengguyur desa sekitar pukul 00.00 WIB. Warga sempat panik dan keluar dari rumah mereka. "Pada dibangunin karena panik. Tapi sekarang sudah mereka sudah masuk ke rumah," sambungnya.

Abu yang menghujani rumah warga berwarna putih. "Bau belerangnya menyengat," sebut Yadi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan erupsi pertama terjadi pukul 22.50 WIB, Kamis (13/2/2014).

Letusan Gunung Kelud mengarah ke barat daya dan disertai hujan abu, pasir dan kerikil yang diperkirakan mencapai radius 15 km, khususnya di barat hingga barat daya dari Gunung Kelud.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(fdn/fiq)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 26/03/2015 12:35 WIB
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut
    Dirut Fahmi Idris: BPJS Tak Mungkin Bangkrut Jumlah pengguna jaminan kesehatan nasional melonjak tajam pada tahun pertama penyelenggaraannya. Akibatnya, kondisi keuangan BPJS Kesehatan defisit. Klaim membengkak, lebih besar daripada premi yang diterima.
ProKontra Index »

Tolak APBD DKI 2015, Parpol Lembek dan Mengecewakan

DPRD DKI menolak penggunaan APBD DKI 2015 setelah tak mau membahasnya lewat rapat Badan Anggaran. Tokoh antikorupsi Buya Syafii Maarif mengatakan sikap partai lembek dan mengecewakan. "Mereka menolak isu anggaran siluman tetapi mendukung atau tidak menarik diri dari Hak Angket. Padahal, Ahok diangket karena jelas menolak anggaran siluman itu," kata Buya Syafii. Bila Anda setuju pendapat Buya Syafii, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%