detikcom

Rabu, 12/02/2014 10:31 WIB

Polemik KRI Usman Harun

Wasiat Terakhir Usman-Harun: Dimakamkan Bersebelahan

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Makam Sersan Usman dan Kopral Harun sebagai pahlawan nasional bersebelahan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Posisi makam itu bukan tanpa alasan. Ternyata, itu adalah wasiat terakhir Usman dan Harun.

Adalah Kuasa Usaha RI di Singapura Kolonel A Ramli yang menyampaikan bahwa Presiden Soeharto, mengabulkan permintaan terakhir mereka saat bertemu di dalam penjara Changi, 16 Oktober 1968.

"Untuk dimakamkan berdampingan di Indonesia," demikian seperti dikutip dalam buku "Usman dan Harun Prajurit Setia" yang ditulis sejarawan AL Lettu Laut Drs Murgiyanto yang diterbitkan Pustaka Bahari di bawah TNI AL pada tahun 1989.

Setelah menyampaikan pesan terakhir Presiden Soeharto, menjadikan mereka pahlawan dan mengabulkan permintaan terakhirnya, Usman dan Harun bersikap sempurna menyampaikan terima kasih kepada: Presiden Soeharto, Jenderal Panggabean, mahasiswa dan pelajar, sarjana hukum dan rakyat Indonesia yang telah melakukan upaya kepadanya.

"Pertemuan selesai, Sersan KKO Usman memberikan aba-aba dan keduanya memberi hormat," demikian seperti dikutip dari halaman 19.

Keesokan harinya, pukul 05.00 keduanya dibangunkan lantas dieksekusi mati di tiang gantungan tepat pukul 06.00. Jenazah keduanya langsung dipulangkan ke Indonesia pada hari itu juga. Disambut elu-elu warga di sepanjang Bandara Kemayoran hingga TMP Kalibata, jasad mereka dimakamkan secara militer diiringi tembakan salvo pada pukul 13.00 WIB usai salat Jumat dan diiringi lagu Gugur Bunga.

Saat didatangi detikcom, Jumat (6/2/2014), posisi makam kedua pahlawan tersebut berada di blok D, yang berjarak sekitar 50 meter dari gerbang utama TMP Kalibata. Mereka dikuburkan bersebelahan.Next

Halaman 1 2

Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nwk/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%