detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 20:38 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 12/02/2014 10:31 WIB

Polemik KRI Usman Harun

Wasiat Terakhir Usman-Harun: Dimakamkan Bersebelahan

Nograhany Widhi K - detikNews
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Makam Sersan Usman dan Kopral Harun sebagai pahlawan nasional bersebelahan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata. Posisi makam itu bukan tanpa alasan. Ternyata, itu adalah wasiat terakhir Usman dan Harun.

Adalah Kuasa Usaha RI di Singapura Kolonel A Ramli yang menyampaikan bahwa Presiden Soeharto, mengabulkan permintaan terakhir mereka saat bertemu di dalam penjara Changi, 16 Oktober 1968.

"Untuk dimakamkan berdampingan di Indonesia," demikian seperti dikutip dalam buku "Usman dan Harun Prajurit Setia" yang ditulis sejarawan AL Lettu Laut Drs Murgiyanto yang diterbitkan Pustaka Bahari di bawah TNI AL pada tahun 1989.

Setelah menyampaikan pesan terakhir Presiden Soeharto, menjadikan mereka pahlawan dan mengabulkan permintaan terakhirnya, Usman dan Harun bersikap sempurna menyampaikan terima kasih kepada: Presiden Soeharto, Jenderal Panggabean, mahasiswa dan pelajar, sarjana hukum dan rakyat Indonesia yang telah melakukan upaya kepadanya.

"Pertemuan selesai, Sersan KKO Usman memberikan aba-aba dan keduanya memberi hormat," demikian seperti dikutip dari halaman 19.

Keesokan harinya, pukul 05.00 keduanya dibangunkan lantas dieksekusi mati di tiang gantungan tepat pukul 06.00. Jenazah keduanya langsung dipulangkan ke Indonesia pada hari itu juga. Disambut elu-elu warga di sepanjang Bandara Kemayoran hingga TMP Kalibata, jasad mereka dimakamkan secara militer diiringi tembakan salvo pada pukul 13.00 WIB usai salat Jumat dan diiringi lagu Gugur Bunga.

Saat didatangi detikcom, Jumat (6/2/2014), posisi makam kedua pahlawan tersebut berada di blok D, yang berjarak sekitar 50 meter dari gerbang utama TMP Kalibata. Mereka dikuburkan bersebelahan.Next

Halaman 1 2

Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(nwk/ndr)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close