Senin, 10/02/2014 19:49 WIB

Gunung Kelud Siaga, Warga Desa Sugihwaras akan Gelar Ronda

Andhika Dwi - detikNews
Warga Desa Sugihwaras terlihat berkerumun/Andhika Dwi
Kediri - Pasca status siaga Gunung Kelud, warga sekitar Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar tampak tenang dan tidak panik. Namun rencananya, warga akan menggelar ronda dengan peningkatan status tersebut.

Ronda ini dilakukan agar tidak banyak orang-orang yang ingin mendekat ke pos pantau atau ke Gunung Kelud. Selain itu warga juga menutup pintu masuk sekitar desa. Sebab warga penasaran dengan status perubahan Waspada ke Siaga.

"Mas jangan masuk-jangan masuk, sudah banyak yang di atas (Pos Pantau)," kata seorang warga yang berada di luar rumah melihat lalu lalang orang-orang yang menuju pos pantau yang berjarak 12 Km dari Desa Sugihwaras, Senin (10/2/2014).

Sementara itu seperti kesiagaan sebelum-sebelumnya setelah mendengar ada perubahaan status siaga, warga dengan sendirinya melakukan ronda mulai nanti malam.

"Rencananya setelah ada status, warga pemuda karang taruna selalu melakukan ronda malam. Ini sudah sering dilakukan sejak Gunung Kelud masuk status siaga tahun 2007 lalu," jelas seorang Kepala Dusun Sugihwaras, Suprapto kepada wartawan di lokasi.

Dari pantauan detikcom di lokasi, warga tampak biasa-biasa saja. Sebagian terlihat bercengkerama dengan tetanggan di depan rumah masing-masing. Mereka tidak tampak panik atau takut.

"Oala ga onok opo opo jek an mas, ijek santai (Oala masih tidak ada apa-apa mas, masih santai)," canda seorang warga bernama Agung.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(fat/fat)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
82%
Kontra
18%