Sabtu, 08/02/2014 00:28 WIB

Jenazah Korban Kecelakaan Truk Pramuka di Pandeglang Diambil Keluarga

Khaerur Reza - detikNews
Jakarta - Sebanyak 6 orang tewas karena kecelakaan truk di Mandalawangi, Pandeglang Banten termasuk sopir dan kernet. 5 Dari keenam jenazah sudah dibawa pulang keluarga masing-masing.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, jenazah sudah dibawa keluarga masing-masing. Hanya jenazah kernet yang belum (dibawa keluarga)," ujar Kapolres Pandeglang AKBP Anwar Sunarjo saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (7/2/2014).

Jumlah korban meninggal akibat kecelakaan truk yang membawa rombongan pramuka SMKN 1 Pandeglang mencapai 6 orang yaitu 4 pelajar, 1 sopir dan 1 kernet. Jenazah kernet yang belum diambil pihak keluarga bernama Muklis (21), yang beralamat di Kampung Kadugadung, Kecamatan Cipeucang, Pandeglang, Banten.

Sebelum kecelakaan, truk nahas tersebut mengangkut 59 siswa. Selain 6 orang meninggal, sebanyak 23 orang mengalami luka. Sementara sisanya dinyatakan tidak apa-apa.

Kecelakaan itu terjadi di kawasan Mandalawangi, Pandeglang, Banten Jumat (7/2/2014) sekitar pukul 16.30 WIB . Diduga rem truk blong sehingga sopir tak bisa menguasai kendaraan.




Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
85%
Kontra
15%