Jumat, 07/02/2014 23:24 WIB

Kecelakaan Truk Pramuka, SMKN 1 Pandeglang Akan Gelar Doa Bersama

Khaerur Reza,Khaerur Reza - detikNews
Jakarta - Pihak SMKN 1 Pandeglang berduka cita atas kecelakaan yang menimpa siswa-siswinya yang akan mengikuti pelantikan Pramuka. Rencanya, pihak sekolah akan menggelar doa bersama dan salat ghaib pada Sabtu (8/2/2014).

"Kami sangat berduka cita, saat ini pun kami masih di rumah sakit," ujar Wakil Kepala Sekolah SMKN 1 Pandeglang, Ida, ketika dihubungi detikcom, Jumat (7/2/2014).

Ida menuturkan saat kecelakaan terjadi, dirinya masih berada di sekolah bersama satu rombongan lain yang belum berangkat. Ida baru mengetahui anak didiknya mengalami kecelakaan di kawasan Mandalawangi, Pandeglang, Banten saat polisi menghubunginya.

"Besok rencananya akan dilakukan doa bersama dan dilanjutkan salat ghaib di sekolah," tambahnya.

Akibat kecelakaan ini, kegiatan pelantikan Pramuka SMKN 1 Pandeglang ditunda.

Kecelakaan tersebut terjadi di kawasan Mandalawangi, Pandeglang, Banten sekitar pukul 16.30 WIB sore tadi. Kecelakaan diduga disebabkan rem truk yang blong sehingga sopir tak bisa menguasai kendaraan.

Untuk acara pelantikan pramuka tersebut, ada dua rombongan dari SMKN 1 Pandeglang yang akan berangkat namun satu rombongan masih berada di sekolah ketika kecelakaan terjadi.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rmd/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 22/08/2014 12:40 WIB
    ANS Kosasih: Fokus Pelayanan Prima TransJ, Kurangi 1 Juta Perjalanan di 2017
    Gb PT Transportasi Jakarta baru saja dibentuk pada Maret 2014 lalu. PT Transportasi Jakarta ini masih mengalami masa transisi dari BLU UP TransJakarta. Fokus mereka menggunakan teknologi untuk meningkatkan pelayanan menjadi prima hingga bisa mengurangi 1 juta perjalanan di tahun 2017 nanti.
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
79%
Kontra
21%