detikcom
Jumat, 07/02/2014 13:44 WIB

Penamaan KRI Usman Harun, Panglima: Ini Tradisi di AL, Tak Ada Tujuan Lain

Mega Putra Ratya - detikNews
Panglima Jenderal Moedoko
Jakarta - Pemberian nama pahlawan nasional di KRI seperti Usman Harun merupakan tradisi di TNI AL. Tidak ada maksud apapun atas penamaan nama yang membuat Singapura prihatin.

"Kan sudah dijawab sama Menkopolhukam. Tradisi yang dikembangkan di AL menamakan kapal dengan nama pahlawan nasional. Nggak ada tujuan lain," ujar Panglima TNI Jenderal Moeldoko di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (7/4/2014).

Menurut Panglima, penamaan KRI Usman Harun merupakan internal pemerintahan Indonesia. Lagipula tidak ada kaitannya Indonesia untuk membangkitkan emosi negara lain.

"Masalah di sana nggak ada hubungannya," imbuhnya.

Bahkan, penamaan KRI tersebut, lanjut Panglima dipastikan tidak akan mengganggu hubungan Indonesia-Singapura. Indonesia tidak bermaksud apapun atas penamaan KRI Usman Harun tersebut.

"Kita tidak ada maksud apapun. Hanya tradisi kita di AL begitu, itu saja," ucap Panglima.

Pemerintah Indonesia memberi nama kapal AL dengan nama KRI Usman Harun. Nama tersebut berasal dari nama Usman Haji Mohamed Ali dan Harun Said yang dieksekusi mati di Singapura atas pengeboman di kompleks perkantoran setempat pada Maret 1965 silam.

Menurut Kementerian Luar Negeri Singapura, pengeboman tersebut merupakan bagian dari upaya Presiden RI saat itu, Soekarno untuk melancarkan konfrontasi bersenjata terhadap federasi Malaysia yang baru dibentuk saat itu. Saat itu, Singapura masih menjadi bagian dari federasi tersebut.

Konfrontasi tersebut yang juga dikenal dengan istilah 'Ganyang Malaysia' itu dilakukan sebagai bentuk penolakan atas masuknya Sabah dan Sarawak ke dalam Federasi Malaysia. Dua personel AL tersebut, Usman dan Harun merupakan anggota Korps Komando Operasi (KKO) yang diperintahkan menyusup ke dalam wilayah Singapura.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nik/ndr)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
61%
Kontra
39%