detikcom
Kamis, 06/02/2014 18:04 WIB

Orang Jujur Ditolak DPR Jadi Hakim Agung, Anggota Dewan Balas Dendam

Danu Damarjati - detikNews
Voting hakim agung
Jakarta - DPR menolak tiga calon hakim agung yang diajukan Komisi Yudisial (KY) yang dikenal cukup bersih, jujur dan anti suap. Penolakan ini dinilai sebagai bentuk balas dendam DPR terhadap putusan MK yang memangkas kewenangan mereka memilih hakim agung.

"Initinya DPR balas dendam. DPR kecolongan bahwa kewenangannya dalam pemilihan hakim agung sudah dipangkas oleh MK," kata Ketua Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) Alvon Kurnia Palma di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta, Kamis (6/2/2014).

Menurut Alvon, KY sudah maksimal dalam memilih tiga nama calon hakim agung itu. Namun Komisi III DPR menolaknya dengan alasan prestasi, kualitas, dan integritas mereka tak memuaskan.

Menurut Alvon, selain kapasitas, seharusnya DPR mempertimbangkan aspek kejujuran dari calon-calon itu. Calon-calon itu dinilai sudah jujur.

"Kalau orang pintar, dia bisa mempermainkan sesuatu yang tidak baik menjadi baik. Kalau orang jujur, dia akan berjalan seperti memakai kacamata kuda, tapi tetap berjalan di relnya. Namun dia juga harus berkapasitas," tutur Alvon.

Ketiga calon tersebut yaitu Sunarto, Suhardjono, dan Maria Anna.

"Kalau ada yang ikut melihat proses fit and proper test pekan lalu pasti semua tahu kalau calon-calon yang diberikan KY sangat mengecewakan. Lagipula ketiga calon itu kan sudah pernah ditolak Komisi III dulu," tutur Ketua Komisi III DPR Pieter Zulkifli.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(dnu/asp)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%