Detik.com News
Detik.com
Rabu, 29/01/2014 11:33 WIB

7 Fakta Sadis Pembunuhan Febby Lorita, Mayat di Bagasi Mobil

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 8 Next »
7 Fakta Sadis Pembunuhan Febby Lorita, Mayat di Bagasi Mobil
Jakarta - Sesosok mayat perempuan yang ditemukan di dalam mobil Nissan March membuat geger warga Pondok Kopi, Jakarta Timur. Jasad yang mengenaskan itu diduga Febby Lorita.

Penemuan mayat tersebut berawal dari warga yang terusik oleh bau menyengat yang keluar dari dalam mobil bernopol F 1356 KA pada Senin 27 Januari 2014. Mobil berstiker 'Paspampres' itu sudah terparkir di Jl Pondok Kopi atau di samping TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sejak 4 hari lalu.

Bagai disambar geledek, warga kaget setelah menemukan mayat perempuan dengan kondisi menggenaskan dalam bagasi. Kaki dan tangan perempuan malang itu terikat. Ada juga bekas penganiayaan menghiasi pipi dan mata.

Usut punya usut, mobil tersebut milik Febby Lorita. Demikian pula dengan mayat yang ditemukan itu pun diduga kuat adalah Febby Lorita yang memiliki ciri khusus, tato bergambar salib di punggung.

Berikut 7 fakta sadis pembunuhan Febby Lorita, mayat di bagasi mobil:



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%