Rabu, 29/01/2014 11:33 WIB

7 Fakta Sadis Pembunuhan Febby Lorita, Mayat di Bagasi Mobil

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 8 Next »
Jakarta - Sesosok mayat perempuan yang ditemukan di dalam mobil Nissan March membuat geger warga Pondok Kopi, Jakarta Timur. Jasad yang mengenaskan itu diduga Febby Lorita.

Penemuan mayat tersebut berawal dari warga yang terusik oleh bau menyengat yang keluar dari dalam mobil bernopol F 1356 KA pada Senin 27 Januari 2014. Mobil berstiker 'Paspampres' itu sudah terparkir di Jl Pondok Kopi atau di samping TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sejak 4 hari lalu.

Bagai disambar geledek, warga kaget setelah menemukan mayat perempuan dengan kondisi menggenaskan dalam bagasi. Kaki dan tangan perempuan malang itu terikat. Ada juga bekas penganiayaan menghiasi pipi dan mata.

Usut punya usut, mobil tersebut milik Febby Lorita. Demikian pula dengan mayat yang ditemukan itu pun diduga kuat adalah Febby Lorita yang memiliki ciri khusus, tato bergambar salib di punggung.

Berikut 7 fakta sadis pembunuhan Febby Lorita, mayat di bagasi mobil:




Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Tak Perlu Arak-arakan Pesta Rakyat Saat Pelantikan Jokowi

Relawan Jokowi-JK akan menggelar pesta rakyat saat pelantikan presiden dan wapres pada 20 Oktober 2014 nanti dimulai dari Semanggi dan berakhir di Monas. Kapolri Jenderal Sutarman menyarankan tidak perlu ada acara arak-arakan seperti itu. "Saya sarankan tidak perlu arak-arakan, saya kira tidak perlu. Mungkin kalau bersyukur, bersyukur berdoa saja, enggak perlu arak-arakan," kata Kapolri. Bila Anda setuju dengan Kapolri, pilih Pro!
Pro
35%
Kontra
65%