detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:56 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 29/01/2014 11:33 WIB

7 Fakta Sadis Pembunuhan Febby Lorita, Mayat di Bagasi Mobil

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya 1 dari 8 Next »
Jakarta - Sesosok mayat perempuan yang ditemukan di dalam mobil Nissan March membuat geger warga Pondok Kopi, Jakarta Timur. Jasad yang mengenaskan itu diduga Febby Lorita.

Penemuan mayat tersebut berawal dari warga yang terusik oleh bau menyengat yang keluar dari dalam mobil bernopol F 1356 KA pada Senin 27 Januari 2014. Mobil berstiker 'Paspampres' itu sudah terparkir di Jl Pondok Kopi atau di samping TPU Pondok Kelapa, Jakarta Timur, sejak 4 hari lalu.

Bagai disambar geledek, warga kaget setelah menemukan mayat perempuan dengan kondisi menggenaskan dalam bagasi. Kaki dan tangan perempuan malang itu terikat. Ada juga bekas penganiayaan menghiasi pipi dan mata.

Usut punya usut, mobil tersebut milik Febby Lorita. Demikian pula dengan mayat yang ditemukan itu pun diduga kuat adalah Febby Lorita yang memiliki ciri khusus, tato bergambar salib di punggung.

Berikut 7 fakta sadis pembunuhan Febby Lorita, mayat di bagasi mobil:



Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close