detikcom

Selasa, 28/01/2014 19:22 WIB

Mobil Nissan Penyimpan Mayat Dibeli Feby Lorita

Farhan - detikNews
Jakarta -
Identitas mayat perempuan yang ditemukan di dalam bagasi mobil Nissan March F 1356 KA yang terparkir di Pondok Kelapa, Jakarta Timur, belum terungkap.

Kepolisian Gunungputri, Bogor menelusuri identitas melalui surat-surat mobil berdasarkan nomor polisi yang tercantum di mobil Nissan March.

Berdasarkan penelusuran polisi, mobil berwarnaa putih tersebut dibeli oleh Feby Lorita yang beralamat di Perumahan Kota Wisata Blok A 4/11 RT 02/10, Kecamatan Gunungputri, Kabupaten Bogor.

"Berdasarkan STNK yang disesuaikan dengan nomor polisinya, mobil itu atas nama Feby dan tinggal di Kota Wisata. Tapi ketika kita datangi alamat itu, ternyata pemilik (rumah)-nya sudah ganti. Sekarang rumah itu dihuni oleh orang lain," kata Wakapolsek Gunungputri, AKP Hafid, Selasa (28/1/2014).

Penghuni baru rumah itu membenarkan Feby menjadi pemilik rumah sebelumnya. "Yang kita temui tidak menyebutkan nama, tapi membenarkan kalau pemilik sebelumnya bernama Feby. Dia beli (rumah) dari Feby setahun lalu. Penghuni yang baru saya tidak tahu namanya, saya lupa tanya. Dia juga tidak tahu pemilik sebelumnya (Feby) pindah ke mana," kata AKP Hafid.

Mobil Nissan March warna putih dengan nopol nopol F 1356 KA dan berisi mayat perempuan yang sudah hampir membusuk tersebut ditemukan warga tengah terparkir di depan TPU Pondok Kelapa Jalan Pondok Kelapa, Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur.

Hingga saat ini polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas mayat perempuan tersebut.

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(fdn/fdn)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Penangkapan BW Adalah Balas Dendam Polri ke KPK

Banyak pihak yang mengecam penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) oleh Bareskrim Polri. Bahkan, mantan Plt Pimpinan KPK Mas Ahmad Santosa berpendapat penangkapan oleh Polri terhadap BW merupakan tindakan balas dendam terkait penetapan tersangka Komjen Pol Budi Gunawan oleh KPK. Bila Anda setuju dengan Mas Ahmad Santosa, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%