Detik.com News
Detik.com

Selasa, 28/01/2014 16:11 WIB

Epi, Pembunuh Anaknya Sendiri Ditahan di Polsek Cikarang

Mei Amelia R - detikNews
Halaman 1 dari 2
Epi, Pembunuh Anaknya Sendiri Ditahan di Polsek Cikarang
Jakarta - Setelah melakukan pembunuhan terhadap anak kandungnya sendiri Ihsan Fazle Mawla (3), hukuman 15 tahun penjara menanti Epi Suhendar (30). Buruh di perusahaan pipa, PT Mitsuba ini kini ditahan aparat polisi di Polsek Cikarang atas perbuatannya menghilangkan nyawa anaknya sekaligus menusuk istrinya, Ai Cucun (23).

"Tersangka sudah ditahan di Polsek Cikarang dan dalam waktu dekat akan dites psikologi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (28/1/2014).

Akibat perbuatannya itu, Epi dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara atau seumur hidup.

Pemeriksaan psikologi ini, kata Rikwanto, dilakukan untuk mengetahui kondisi kejiwaan Epi. Selain itu, juga untuk mendalami motif Epi melakukan pembunuhan sadis terhadap anaknya itu.

Dari hasil pemeriksaan sementara, pembunuhan itu dilatarbelakangi karena Epi dilanda stress berat. Beban pekerjaannya sebagai leader di PT Mitsuba menjadi alasan dia melampiaskan tekanan psikisnya untuk membunuh anaknya.

"Motif sementara pelaku khawatir dipecat dari pekerjaannya karena diberi target, sehingga stress," kata Rikwanto.

Ia takut akan masa depan keluarganya bila ia dikeluarkan dari pekerjaannya. Tidak hanya itu, Epi juga mengaku terbebani dengan angsuran kredit rumahnya dan juga sejumlah utang.Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mei/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Atasi Prostitusi, Tiru Swedia yang Hukum Pembeli Jasa dan Germo PSK!

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa mengatakan RI harus belajar dari Swedia untuk mengatasi prostitusi. Swedia melegalkan PSK namun mengkriminalkan mereka yang membeli jasa PSK dan germo yang menjual PSK. Bila Anda setuju usulan Mensos Khofifah, pilih Pro!
Pro
100%
Kontra
0%