Minggu, 26/01/2014 12:09 WIB

Bebas Visa ke Prancis Bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas

Rachmadin Ismail - detikNews
dok. Kemlu
Jakarta - Menlu Marty Natalegawa melakukan kunjungan kerja ke Paris, Prancis. Di sana, sejumlah kesepakatan dicapai untuk meningkatkan hubungan kedua negara, salah satunya adalah program bebas visa kunjungan jangka pendek bagi pemegang paspor diplomatik dan dinas.

Kunjungan Marty digelar pada 25-26 Januari 2014. Tujuan pertemuan tersebut adalah untuk membalas kunjungan menlu Prancis, Laurent Fabius yang ke Jakarta pada Agustus 2013. Dengan adanya kebijakan bebas visa, maka hubungan Prancis dan Indonesia diharapkan bisa lebih berkembang.

"Kesepakatan ini diharapkan dapat menjadi pijakan awal ke arah intensifikasi kontak pada tatanan people-to-people," demikian rilis pihak Kemlu yang dikirim pada detikcom, Minggu (26/1/2014).

Pertemuan bilateral juga dimanfaatkan Menlu RI untuk melanjutkan diskusi dengan Menlu Prancis yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta, tanggal 1 Agustus 2013, terkait implementasi Kemitraan Strategis. Kedua Menlu sepakat mengadakan pertemuan reguler yang mengkaji dan membahas kemajuan implementasi Kemitraan Strategis ke depan.

"Pertemuan ini merupakan penegasan kembali komitmen bersama untuk terus meningkatkan hubungan bilateral berdasarkan kemitraan strategis kedua negara, seperti yang tertuang dalam Joint Declaration on Strategic Partnership tahun 2011," kata Menlu Marty.

Menlu Prancis juga menyampaikan pandangan yang sama dan menegaskan arti penting Indonesia bagi Prancis sebagai salah satu negara kunci di kawasan.

Kedua negara sepakat untuk mendorong realisasi kerja sama di bidang lingkungan dalam kerangka UNFCCC yang akan dilaksanakan di Paris pada tahun 2015 mendatang. Kedua negara berencana meluncurkan showcase kerja sama RI-Perancis di bidang climate change untuk menyongsong pertemuan COP-21 di Paris.

Disepakatinya pula pentingnya mengadakan pertukaran budaya kedua negara yang lebih intensif, dan penyelenggaraan tahun budaya Indonesia-Prancis pada 2017. Selain itu, dibahas pula pentingnya meningkatkan kerjasama pendidikan antara kedua negara.


Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(mad/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
43%
Kontra
57%