Sabtu, 18/01/2014 13:16 WIB

BNPB: Presiden SBY Temui Pengungsi Sinabung Minggu Depan

M Iqbal - detikNews
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya akan turun ke lokasi pengungsian erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara. Hal itu disampaikan melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Sinabung nggak tahu sampai kapan, mingggu depan Presiden ke Sinabung dan menginap di tenda untuk cari solusi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakpus, Sabtu (18/1/2014).

Menurut Sutopo, Presiden akan hadir didampingi menteri-menteri terkait karena penyelesaian bagi korban Sinabung perlu peran menyeluruh.

"Presiden akan ke Sinabangun mengajak menteri terkait, semua diminta disiapkan. Mendikbud bagaimana anak-anak yang sekolah di sana, Menteri Pertanian siapkan berapa lahan pertanian yang terdampak, berapa kerugiannya dan bagaimana perbaikannya, dan seterusnya," paparnya.

BNPB belum mengetahui sampai kapan erupsi itu akan terjadi dan masyarakat bertahan di pengungsian.

"Nanti Presiden ke sana cari solusinya. Kita juga bingung masyarakat ada 26 ribu yang sehari-hari di pengungsian. Mau balik pertanian nggak bisa, mau kita kasih kerjaan tapi apa," ujarnya.

Sutopo membantah Presiden terlambat menangani Sinabung, apalagi disebut-sebut berbeda penanganannya dengan letusan Gunung Merapi.

"Bukan masalah terlambat, ya sebenarnya kan tiap hari saya lapor ke Presiden, dan bantuan yang kita kirim atas perintah Presiden. Jangan bandingkan (Presiden) ke Yogya sampai dua kali, konteksnya lain," ujarnya.

"Ketika itu (Yogya) letusan besar, pengungsi Sinabung 36 ribu, Merapi 500 ribu. Erupsi Merapi sampai 17 km, Sinabung 8 km. Daya jelajah awan panas merapi 16 km, di Sinabung 4,5 km. Jadi bencana jangan dibawa ke politik," tegas Sutopo.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(bal/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Motor akan Dilarang Melintas di Jalan Protokol Jakarta

Pada Desember 2014 mendatang motor tidak diperbolehkan untuk melintas di Bundaran HI hingga Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat. Rencananya motor akan dilarang di semua jalan protokol yang ada di Jakarta. Bila Anda setuju dengan kebijakan Pemprov DKI ini, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%