detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Minggu, 20/04/2014 22:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 15/01/2014 00:40 WIB

Curah Hujan Tinggi, Ratusan Rumah di Semarang Terendam Banjir

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Salah satu lokasi di Kelurahan Mangkang Wetan yang terendam banjir
Semarang, - Beberapa wilayah di Kecamatan Tugu dan Ngaliyan Semarang terendam banjir. Ketinggian air sempat mencapai satu meter bahkan menutup akses jalan utama Semarang-Kendal.

Daerah yang terendam air di Kecamatan Tugu antara lain Kelurahan Mangkang Wetan, Kelurahan Mangunharjo, dan Kelurahan Karang Gayam. Sedangkan di Kecamatan Ngaliyan, yaitu di Kelurahan Wonosari, Plumbon. Meski tidak semua wilayah tersebut terendam banjir, namun sebagian besar air sudah masuk ke ratusan rumah yang ada di sana.

Menurut Ketua RT 06 RW 03 Plumbon, Sapto, banjir tersebut diakibatkan jebolnya tanggul Kali Beringin dan Kali Irigasi Utara karena curah hujan yang tinggi. Sapto mengatakan banjir kali ini cukup parah jika dibandingkan biasanya.

"Biasanya tidak sampai seperti ini. Kali ini sampai setengah meter di sini. Mungkin diperparah karena ada tanggul jebol," kata Sapto di Plumbon, Semarang, Selasa (14/1/2014).

Banjir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, hujan yang turun sangat deras. Genangan air dengan cepat bertambah tinggi hingga ketinggian antara 30 cm sampai 100 cm. Jalan Pantura yaitu Jalan Semarang-Kendal sempat terhambat dan menimbulkan kemacetan panjang.

"Di Kelurahan Mangunharjo ini sudah kedua kalinya di bulan Januari. Kami khawatir ada banjir susulan," ujar warga lainnya Munawir.

Dari pantauan detikcom, jalan Pantura yang tadinya terendam air sudah surut dan lalu lintas kembali lancar. Sementara itu air yang tadinya menggenangi ratusan rumah juga sudah semakin surut. Meski demikian, sejumlah warga masih terlihat bersiaga karena hingga pukul 23.05 hujan masih turun, warga khawatir akan ada banjir susulan.

Sementara itu Basarnas kantor Semarang hingga saat ini masih melakukan patroli di wilayah yang sempat terendam banjir. Mobil SAR berwarna oranye terlihat berkeliling meyusuri jalanan di daerah-daerah tersebut.

"Yang sudah di lokasi ada satu tim," kata humas Basarnas kantor Semarang, Aris Triyono.



Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(alg/ahy)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
79%
Kontra
21%
MustRead close