Detik.com News
Detik.com
Senin, 13/01/2014 10:44 WIB

Jakarta Banjir di Awal 2014, Ujian Berat Bagi Jokowi

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta Banjir di Awal 2014, Ujian Berat Bagi Jokowi Foto: Dany Damarjati/detikcom
Jakarta - Hujan deras mengguyur Jakarta berhari-hari, banjir tak terhindarkan. Sang Gubernur DKI Jokowi pontang-panting meninjau lokasi banjir, ternyata solusi yang sudah ditempuh belum menyelesaikan persoalan. Ini ujian berat bagi Jokowi jika ingin melangkah lebih jauh ke kursi RI 1.

Survei yang diselenggarakan oleh Median menunjukkan tingkat kepuasan terhadap kinerja Jokowi cukup tinggi. Namun dua masalah yakni banjir dan macet belum terselesaikan.

"Secara umum ada peningkatan kepuasan sejak November 2013 hingga Januari 2014, tapi ada 2 bidang kenaikan tingkat ketidakpuasan yang siginifikan yaitu banjir dan kemacetan. Ini harus diperhatikan Pak Jokowi bahwa banjir dan macet masih jadi momok warga Jakarta," kata Direktur Eksekutif MEDIAN, Rico Marbun, dalam publikasi hasil survei Median "Melihat Persepsi Publik Jakarta atas Kinerja dan Wacana Pencapresan Jokowi", di restoran Bumbu Desa, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Jumat (10/1) lalu.

Jika Jokowi tak menunjukkan upaya mengatasi macet dan banjir bukan tidak mungkin citranya di depan warga Jakarta akan turun. Meskipun Jokowi berulangkali bicara dirinya bukan tukang sulap.

"Publik merasakan masih ada PR jokowi yang belum tuntas hingga saat ini, seperti banjir dan macet itu sebaiknya diselesaikan dulu. Ada juga masalah kepantasan. Publik merasa kurang etis jika Jokowi maju capres sendiri. Jokowi sudah dilantik utk 5 tahun, sebaiknya selesaikan masa jabatan dulu," katanya.

Namun isu macet dan banjir sampai saat ini terbukti tak menjatuhkan elektabilitas Jokowi. Di rilis survei terbaru yang dirilis oleh Litbang Kompas, elektabilitas Jokowi justru kian melejit.

Di survei politik Litbang Kompas yang dipublikasikan 8 Januari lalu, elektabilitas Jokowi menembus angka 43,5% jauh meninggalkan capres Gerindra Prabowo Subianto yang justru elektabilitasnya turun sampai 11,1%.

Lalu apakah banjir di awal tahun 2014 ini akan mempengaruhi elektabilitas Jokowi?




Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(van/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 30/04/2015 21:33 WIB
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes
    Kepala BNP2TKI Nusron Wahid: TKI Harus Jalani Psikotes Eksekusi mati terhadap dua tenaga kerja Indonesia di Arab Saudi memang bukan yang pertama kali terjadi. Namun Kepala BNP2TKI Nusron Wahid justru menilai sia-sia protes terhadap pemerintah Arab Saudi terkait notifikasi eksekusi mati. Menurut dia, yang seharusnya diubah adalah aturan di Indonesia.
ProKontra Index »

Cegah Prostitusi, Pengelola Apartemen di Jakarta Harus Laporkan Penghuninya

Polisi membongkar praktik prostitusi di apartemen yang berawal dari pemesanan melalui forum di internet. Untuk mengantisipasi hal itu, Wagub DKI Djarot Saiful Hidayat meminta para pengelola apartemen harus memberikan data-data penghuninya. Bila Anda setuju dengan Wagub Djarot, pilih Pro!
Pro
89%
Kontra
11%