detikcom
Minggu, 12/01/2014 21:10 WIB

Banjir Rendam Kompleks Dosen IKIP Bekasi

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Hujan deras yang turun sepanjang hari juga terjadi di Bekasi. Bahkan aktivitas di kompleks Dosen IKIP yang ada di Jatibening, Bekasi sudah lumpuh akibat genangan air.

Salah seorang warga, Arif Hidayat, mengatakan di kompleks ini, yang paling parah terkena banjir ada di Blok I. Blok ini memang berdekatan dengan sebuah sungai.

"Nggak tahu nama sungai nya, tapi sudah kerendam semuanya, semulut orang dewasa," kata Arif saat dihubungi pukul 20.50 WIB, Minggu (12/1/2014).

Sedangkan Blok IV masih tergolong 'aman'. Di lokasi ini, genangan air hanya mencapai lutut orang dewasa.

Kawasan ini sendiri sebenarnya memang langganan banjir. Namun menurut Arif, genangan air kali ini begitu cepat naiknya.

"Dari pagi nggak berhenti hujannya," lanjutnya.

Karena sudah terbiasa dengan banjir, warga cepat mengantisipasinya. Ketika air mulai beranjak naik, warga langsung mengungsikan mobilnya ke Jl Kemang Raya yang lokasinya lebih tinggi. Perabotan di rumah juga diungsikan ke lantai 2.

"Tapi tetap saja ada yang kerendam. Ada juga mobil yang telah dipindahin. Jadi sudah kerendam dan nggak bisa dibawa karena sudah kejebak air," tandasnya.




Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 12.45 WIB

(mok/mok)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
68%
Kontra
32%