detikcom
Rabu, 08/01/2014 11:37 WIB

Anis Tahu Diri, Sebut Hidayat dan Heryawan Capres Paling Kuat dari PKS

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Semarang - Hasil Pemira PKS menghasilkan lima nama yang akan dipilih untuk maju dalam pencalonan presiden Indonesia. Presiden PKS, Annis mata menyatakan, dari lima nama yang sudah ada, Hidayat Nur Wahid dan Ahmad Heryawan berpeluang besar menjadi capres dari PKS.

Menurut Anis, Hidayar Nur Wahid memiliki peluang besar karena dari suku Jawa sehingga lebih banyak diterima oleh masyarakat. Sedangkan Ahmad Heryawan dianggap sukses memimpin Provinsi Jawa Barat.

"Yang lain juga punya peluang bagus. Pak Heryawan karena beliau sukses memimpin Jawa Barat yang merupakan Provinsi terbesar, jadi ada modal dasar yang cukup. Kemudian Pak Hidayat juga sukses memimpin MPR," kata Anis sebelum menghadiri Acara Dialog Terbuka Kader PKS Bersama Presiden PKS di Gedung Wanita, Jalan Sriwijaya, Semarang, Rabu (8/1/2013).

Saat ditanya tentang peluangnya sendiri dalam pencalonan presiden, Anis lebih mengatakan dirinya hanya memiliki peluang kecil dan memilih untuk tahu diri.

"Saya dari Bugis mungkin peluangnya kecil. Saya babnya ada dua, satu bab percaya diri, satu bab tahu diri. Saya pilih bab tahu diri," tandasnya.

Sementara itu Taufik Ridho selaku Ketua tim pemenangan Pemira PKS menambahkan, lima nama yang lolos pemira adalah M.Hidayat nur wahid, M.Anis Matta, Ahmad Heryawan, Tiffatul Sembiring, dan Nur Mahmudi Isma'il.

"Nama lima besar akan dikirimkan ke majelis syuro, nanti di akhir Januari ini Insya Allah akan memutuskan berapa orang yang akan di uji publik," ujarnya.

"Ini pertama kalinya PKS ingin ikut Pilpres. Saya sebagai presiden PKS sedang fokus membangun sistemnya," tegas Anis Matta.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 15.30 WIB

(alg/ndr)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
74%
Kontra
26%