Detik.com News
Detik.com
Senin, 06/01/2014 10:55 WIB

Parkir Liar di Tanah Abang, 5 Motor Dijaring Mirip Ikan

Taufan Noor Ismailian - detikNews
Parkir Liar di Tanah Abang, 5 Motor Dijaring Mirip Ikan
Jakarta - Petugas Dishub memiliki cara baru untuk merazia motor yang diparkir liar penunggangnya. Mereka kini memakai jaring, mirip jaring ikan.

Petugas Dishub dibantu petugas Satpol PP melakukan razia parkir liar di kawasan Tanah Abang, Jl KH Mas Mansyur, Jakarta Pusat. 5 Motor yang parkir di kawasan ini dijaring petugas kemudian dinaikkan ke atas truk Dishub.

Petugas Dishub menyisir jalan yang ada di depan Pasar Tanah Abang Blok B ini. Ada puluhan motor yang terparkir di kawasan ini. Petugas kemudian mamarkir truk Dishub berwarna putih di dekat barisan motor tersebut, Senin (6/1/2013).

Empat petugas Dishub kemudian menurunkan jaring warna putih yang dipasangkan ke alat pengungkit yang terletak di bagian depan truk itu. Motor itu kemudian digeser ke atas alat jaring ini kemudian pengungkit ini menarik motor itu ke atas truk Dishub.

Selain menjaring motor, petugas lainnya juga mencabuti pentil-pentil motor yang berada di kawasan ini. Penertiban ini sempat membuat lalu lintas di kawasan ini tersendat.



Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nrl)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
93%
Kontra
7%