Sabtu, 04/01/2014 16:59 WIB

Kapal Pengangkut BBM Terbakar di Tagulandang, 2 ABK Alami Luka Bakar

Asrar Yusuf - detikNews
Manado - Kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) KM Sumber Mutiara, terbakar di Pelabuhan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. Dua orang anak buah kapal (ABK) mengalami luka bakar.

"Terbakar pukul 08.00 WITA tadi pagi," ujar pemilik kapal Denny Titah di Pelabuhan Manado, Sabtu (4/1/2014) sore.

Menurut Denny, dia hanya menerima informasi kapal miliknya meledak dan terbakar. Saat ini kapal masih dalam kondisi mengapung sambil terbakar. "Ada 16 anak buah kapal (ABK) di atas kapal. Dua di antaranya hingga kini belum diketahui keberadaannya," tuturnya.

Denny menambahkan BBM yang dimuat kapalnya adalah BBM subsidi yang akan disalurkan ke Siau, Tagulandang dan Biaro (Sitaro).

Sementara itu, Tim Basarnas Manado yang dipimpin Kasi Operasi Danang P, sedang melakukan persiapan di Pelabuhan Manado untuk upaya penyelamatan. "Kami akan berangkat pakai kapal cepat, kira-kira 3 jam perjalanan laut," kata Danang.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Sangihe AKBP Sumitro menduga sementara penyebab kebakaran KM Sumber Mutiara adalah adanya percikan api dari mesin alkon (pemompa) penyedot BBM dari kapal ke penampungan di dermaga.

"Percikan api lalu menyambar BBM hingga terjadi ledakan dan kemudian membakar kapal," kata Sumitro saat dihubungi detikcom, Sabtu (4/1/2014).

Sumitro menjelaskan ada 14 ABK yang sedang berada di atas kapal saat proses penyedotan BBM ke darat dan 2 ABK lainnya tidak ikut. "Kedua korban luka bakar dibawa ke Manado untuk mendapatkan perawatan," ujar Sumitro.

Kapal pengangkut Bahan Bakar Minyak (BBM) KM Sumber Mutiara, terbakar di Pelabuhan Tagulandang, Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara, Sabtu (4/1/2014) pukul 08.00 WITA.

Informasi yang dihimpun, kapal tersebut sedang mengangkut premium dengan volume 253 KL, solar 88 KL dan minyak tanah 430 KL.

Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase" TRANS TV yang tayang Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(aan/aan)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
89%
Kontra
11%