detikcom

Rabu, 01/01/2014 09:31 WIB

Selamat Tahun Baru, Ingat Pemilu 9 April 2014

Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Memasuki tahun 2014 seluruh rakyat Indonesia menyambut pesta demokrasi lima tahunan. KPU mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat Indonesia dalam Pemilu.

"Selamat memasuki tahun baru 2014, semoga sukses Pemilu anggota DPR, DPD, dan DPRD pada 9 April 2014," kata komisioner KPU, Ferry Kurnia Rizkiyansyah, kepada detikcom, Rabu (1/1/2014).

Di tahun 2014 juga akan menjadi ajang pergantian presiden setelah dua kali masa pemerintahan Presiden SBY. Pilpres dilaksanakan pada 9 Juli 2014.

"Juga sukses Pemilu Presiden Wakil Presiden 9 Juli 2014," ingatnya.

Pemilu 2014 akan diikuti 12 parpol nasional dan 3 partai lokal Aceh. Partai politik peserta Pemilu 2014 telah menyerahkan laporan penerimaan dana kampanye ke KPU. Gerindra ada di puncak dengan Rp 144 miliar, mengalahkan partai-partai besar seperti PDIP, Golkar dan PD.

Survei politik juga semakin dinamis, Partai Golkar dan PDIP saling bersaing sepanjang tahun 2013 lalu. Partai Gerindra dan PD juga saling menyalip. Sementara untuk capres, nama Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) dan Prabowo Subianto juga terus bersaing.

Sementara itu survei Laboratorium Psikologi Politik UI menemukan 21 nama baru yang berpotensial menjadi kandidat lawan tanding Jokowi sebagai capres 2014. Berikut nama-nama mereka:

1. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan;
2. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo;
3. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini;
4. Gubernur Jawa Timur Soekarwo;
5. Wagub DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama;
6. Mantan Wali Kota Blitar Djarot Saiful Hidayat;
7. Bupati Enrekang La Tinro La Tunrung;
8. Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudyanto;
9. Mantan Wagub Jateng Rustriningsih;
10. Ketua Serikat Petani Pasundan Agustiana;
11. CEO PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar;
12. Akademisi Anies Baswedan;
13. Ketua umum Serikat Petani Indonesia Hendri Saragih;
14. Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia Said Iqbal;
15. Ketua KPK Abraham Samad;
16. Menteri Keuangan Chatib Basri;
17. CEO Trans Corp Chairul Tanjung;
18. Direktur World Bank Sri Mulyani;
19. CEO PT KAI Ignatius Jonan;
20. Wakil Menteri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Eko Prasojo; dan
21. Bupati Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah.


Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(van/sip)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
73%
Kontra
27%