detikcom
Senin, 30/12/2013 14:41 WIB

BPJS Segera Diberlakukan, Bagaimana Nasib KJS Jokowi?

Moksa Hutasoit - detikNews
Ribka Tjiptaning (Moksa/ detikcom)
Jakarta - Tepat 1 Januari mendatang, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) akan segera diberlakukan. Lantas bagaimana nasib Kartu Jakarta Sehat milik Pemprov DKI yang sudah lebih dulu diterapkan di Jakarta?

Ketua Komisi Kesehatan DPR Ribka Tjiptaning mengatakan pada dasarnya KJS bisa dibilang sebagai miniatur kecil BPJS. Namun masih ada kekurangan dalam penerapannya.

Jika warga DKI pemilik KJS sakit justru di luar Jakarta, rumah sakit di daerah tidak akan bisa meng-covernya. "Nanti kalau warga DKI sakitnya di Papua gimana?," terang Ribka di Kantor DPP PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin (30/12/2013).

Nah, kekurangan KJS itu bakal bisa ditutupi dengan BPJS. Program ini akan menjamin seluruh warga Indonesia mendapat kepastian jaminan kesehatan.

Lantas bagaimana dengan program KJS? Ribka menyarankan agar program andalan Jokowi-Ahok itu bisa dilebur dengan BPJS. Dana yang sudah dialokasikan untuk KJS bisa digunakan menambah fasilitas alat kesehatan di seluruh RSUD di Jakarta.

"Diberikan saja untuk meningkatkan fasilitas kesehatan RS umum punya DKI, itu kan sama saja dari APBD, tapi semua harus ikuti BPJS," papar Ribka.

Ide ini sendiri nantinya akan dikomunikasikan dengan DPRD DKI. Harapannya bisa juga dibahas saat rapat dengan Jokowi.

(mok/gah)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 21/07/2014 12:41 WIB
    Wamenhub: Jembatan Comal Bikin Jalur Darat Lebih Kompleks, Ada 3 Alternatif
    Gb Jembatan Comal, Pemalang, Jateng, yang ambles pada Jumat (18/7) malam lalu membuat mudik via jalur darat lebih kompleks. Memang Kementerian PU mengebut pengerjaan jembatan itu. Namun di satu sisi harus menunggu kelayakannya. Ada 3 alternatif jalur mudik menghindari Jembatan Comal.
ProKontra Index »

Polisi akan Razia dan Bubarkan Sahur on The Road

Dari hari ke hari, Sahur on The Road (SOTR) alias sahur keliling yang awalnya niatnya baik, membagi-bagikan sahur ke warga tidak mampu, kini melenceng semakin meresahkan, melakukan vandalisme hingga pembacokan. Terakhir Senin (21/7) dini hari, beberapa korban pembacokan kelompok SOTR berjatuhan. Polda Metro Jaya akan merazia, membubarkan hingga menindak kelompok SOTR yang melakukan tindak pidana. Bila Anda setuju dengan tindakan Polda Metro Jaya, pilih Pro!
Pro
72%
Kontra
28%