Rabu, 25/12/2013 10:41 WIB

3 Acara Seru Tahun Baru Ala Jokowi: Duet dengan Rhoma Hingga Nobar

Hestiana Dharmastuti - detikNews
Index Artikel Ini  Klik "Next" untuk membaca artikel selanjutnya « Prev 4 dari 4 Berita Lainnya »
3. Nobar Video Mapping

Pemprov DKI Jakarta menggelar acara Jakarta Night Festival (JNF) di sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman untuk memeriahkan malam Tahun Baru 2014. Untuk menyemarakkan acara, Pemprov DKI akan menyajikan video mapping dengan arah proyeksi di gedung Hotel Mandarin.

"Untuk penghitungan mundur detik-detik pergantian tahun, akan disajikan tampilan video mapping dengan arah proyeksi ke Hotel Mandarin. Ini akan menjadi atraksi yang menarik," ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta, Arie Budhiman, di Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (24/12/2013).

Arie mengatakan Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) akan berjalan bersama dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), mulai dari halaman Balaikota DKI menuju Thamrin dan Sudirman. "Jadi nanti akan jalan karnaval, kemudian menyaksikan atraksi count down dan video mapping di Bundaraan HI," kata Arie.

Rangkaian kegiatan JNF Tahun Baru 2014 akan disajikan berbagai atraksi seni budaya dan hiburan di 12 lokasi panggung yang tersebar mulai dari Balaikota DKI dan sepanjang Jalan Thamrin dan Sudirman.

Acara hiburan serentak dimulai pukul 20.00 WIB hingga pukul 01.30. Masing panggung akan menyajikan berbagai variasi hiburan dan musik tradisional, contemporer hingga musik modern.

Untuk mendukung kegiatan ini akan diberlakukannya penutupan jalan (car free night) di sepanjang Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Thamrin dan Jalan Sudirman sampai di Dukuh Atas. Penutupan akan dimulai pukul 18.00 hingga pukul 02.00 WIB.

(aan/mad)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Pemprov DKI Larang Aplikasi Taksi Uber

Baru diluncurkan sepekan, aplikasi penghubung taksi Uber langsung mendapat respons negatif dari Pemprov DKI. Alasan pelarangannya, mulai dari tak ada izin, tak ada kantor, tak mengikuti tarif resmi, berpelat hitam sehingga dikhawatirkan merugikan konsumen. Bila Anda setuju dengan Pemprov DKI yang melarang aplikasi taksi Uber, pilih Pro! Bila tidak setuju pelarangan taksi Uber, pilih Kontra!
Pro
68%
Kontra
32%