detikcom
Rabu, 04/12/2013 23:35 WIB

Pelajar di Bogor Tewas Saat Tawuran

Farhan - detikNews
Jakarta - Aksi tawuran antar pelajar kembali terjadi di Bogor. Seorang pelajar kelas III SMK Bhakti Taruna, Bogor tewas di lokasi setelah terkena sabetan celurit Siswa SMK YZA 1 yang menjadi lawan tawurannya.

Korban adalah AR (17), warga Sindangsari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor. Korban meninggal dengan luka bekas sabetan celurit dan tusukan di bagian perut dan punggungnya.

"Korban langsung dilarikan ke RSUD Ciawi untuk divisum. Ada beberapa luka tusuk di perut dan pinggangnya," Kata Kasat Reskrim Polres Bogor Kota, AKP Condro Sasongko, rabu (04/12/2013) malam.

Menurut informasi, tawuran terjadi setelah angkot yang dituumpangi beberapa siswa SMK Bhakti Taruna sempat dihentikan dan dirusak oleh pelajar yang tengah nongkrong di depan SMK YZA.

Setelah kejadian tersebut, kedua kelompok pelajar langsung janjian dan melakukan aksi tawuran di pinggir Jalan Raya Ciawi, Kecamatan Boogor Timur, Kota Bogor. Saat ini, petugas kepolisian masih mengejar pelaku yang sudah berhasil diidentifikasi identitasnya.

Akibat aksi itu, Gedung SMK YZA 1 yang berlokasi di Jalan Raya Tajur-Ciawi, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, diserang ratusan warga, malam ini. Sambil membawa senjata tajam, balok dan batu, ratusan warga berteriak dan melempari bagian belakang gedung SMK YZA 1.

Beruntung, polisi yang berjaga di lokasi sejak terjadi tauran berhasil menghalau massa yang jumlah mencapai ratusan orang tersebut.

"Aksi ini merupakan buntut tauran yang terjadi siang tadi. Ada salahsatu siswa yang meninggal. Mereka yang tidak terima, kemudian menyerang sekolah ini," kata Kapolres Bogor Kota, AKBP Bahtiar Ujang Purnama, saat ditemui di SMK YZA 1.

Saat ini, ratusan petugas polisi dan TNI masih bersiaga di SMK YZA 1 untuk mengantisipasi adanya serangan warga.



Akhiri hari anda dengan menyimak beragam informasi penting dan menarik sepanjang hari ini, di "Reportase Malam" pukul 01.30 WIB, hanya di Trans TV

(rvk/rvk)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Harga BBM Harus Naik

Terbatasanya kuota BBM bersubsidi berimbas pada langkanya BBM di sejumlah SPBU plus antrean panjang kendaraan. Presiden terpilih Jokowi mengusulkan pada Presiden SBY agar harga BBM dinaikkan. Jokowi mengatakan subsidi BBM itu harus dialihkan pada usaha produktif, ditampung di desa, UMKM, nelayan. Menurutnya anggaran subsidi jangan sampai untuk hal-hal konsumtif seperti mobil-mobil pribadi. Bila Anda setuju dengan Jokowi bahwa harga BBM harus naik, pilih Pro!
Pro
44%
Kontra
56%