Detik.com News
Detik.com

Rabu, 04/12/2013 14:35 WIB

Yusril Serang Jokowi, Ketua PDIP: Semua Orang Seperti Bebas Meludah

Danu Damarjati - detikNews
Yusril Serang Jokowi, Ketua PDIP: Semua Orang Seperti Bebas Meludah
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra yang berniat mencapres kini mulai menyindir Joko Widodo soal blusukan. Elite PDIP menafsirkan, tindakan Yusril ibarat meludah di era demokrasi liberal.

"Memang sekarang di era demokrasi liberal, semua orang bebas meludah," kata Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto saat dihubungi detikcom, Rabu (4/12/2013).

Memang popularitas Jokowi kian melejit jelang pencapresan ini. Namun kritikan dan nada nyinyir juga kian sering terdengar ditujukan ke Gubernur DKI itu.

Bambang menganalisa, mungkin Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memilih tak buru-buru mendeklarasikan pencapresan Jokowi lantaran ingin menjaga Jokowi dari serangan-serangan komentar semacam itu.

"Barangkali, Bu Mega juga tidak buru-buru mencapreskan Jokowi karena khawatir jika dicapreskan sekarang akan banyak yang menyerang seperti itu," nilai Bambang.

Yusril menyatakan persoalan-persoalan yang ada tidak bisa diselesaikan hanya dengan blusukan dan senyum-senyum. Padahal, Jokowi-lah yang selama ini dikenal suka blusukan sambil senyum-senyum. Namun PDIP menganggap itu sebagai kekhasan Jokowi yang tak perlu dikomentari.

"Kurang tepat lah untuk dikomentari, seharusnya biasa saja. Setiap orang punya style dan taste sendiri. Style-nya Pak Prabowo kan bergaya gagah, atau Maradona juga punya style, atau Franz Beckenbauer juga punya stlyle sendiri. Kalau stylenya Pak Jokowi ya begitu itu," tutur Bambang.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(dnu/van)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Jumat, 06/03/2015 11:25 WIB
    Hakim Sarpin Rizaldi: Saya Sudah Marah Ini
    Hakim Sarpin Rizaldi: Saya Sudah Marah Ini Sarpin Rizaldi, hakim yang menyidangkan gugatan praperadilan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, muak terhadap Komisi Yudisial (KY). Ia tidak mau memenuhi panggilan KY.
ProKontra Index »

Dukung Ahok Lawan Begal APBD DKI!

Perseteruan Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) dan DPRD DKI perihal 'dana siluman' dalam APBD 2015 menjadi perhatian publik. Berbagai gerakan warga dilancarkan untuk mendukung Ahok melawan begal APBD. Di sudut-sudut jalan terdapat berbagai spanduk mendukung Ahok. Salah satunya spanduk "#Kami Adalah Ahok, Lawan Begal APBD". Bila Anda setuju gerakan warga mendukung Ahok, pilih Pro!
Pro
99%
Kontra
1%