detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Sabtu, 19/04/2014 08:54 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Rabu, 04/12/2013 14:35 WIB

Yusril Serang Jokowi, Ketua PDIP: Semua Orang Seperti Bebas Meludah

Danu Damarjati - detikNews
Jakarta - Yusril Ihza Mahendra yang berniat mencapres kini mulai menyindir Joko Widodo soal blusukan. Elite PDIP menafsirkan, tindakan Yusril ibarat meludah di era demokrasi liberal.

"Memang sekarang di era demokrasi liberal, semua orang bebas meludah," kata Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto saat dihubungi detikcom, Rabu (4/12/2013).

Memang popularitas Jokowi kian melejit jelang pencapresan ini. Namun kritikan dan nada nyinyir juga kian sering terdengar ditujukan ke Gubernur DKI itu.

Bambang menganalisa, mungkin Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri memilih tak buru-buru mendeklarasikan pencapresan Jokowi lantaran ingin menjaga Jokowi dari serangan-serangan komentar semacam itu.

"Barangkali, Bu Mega juga tidak buru-buru mencapreskan Jokowi karena khawatir jika dicapreskan sekarang akan banyak yang menyerang seperti itu," nilai Bambang.

Yusril menyatakan persoalan-persoalan yang ada tidak bisa diselesaikan hanya dengan blusukan dan senyum-senyum. Padahal, Jokowi-lah yang selama ini dikenal suka blusukan sambil senyum-senyum. Namun PDIP menganggap itu sebagai kekhasan Jokowi yang tak perlu dikomentari.

"Kurang tepat lah untuk dikomentari, seharusnya biasa saja. Setiap orang punya style dan taste sendiri. Style-nya Pak Prabowo kan bergaya gagah, atau Maradona juga punya style, atau Franz Beckenbauer juga punya stlyle sendiri. Kalau stylenya Pak Jokowi ya begitu itu," tutur Bambang.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(dnu/van)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
80%
Kontra
20%