detikcom
Minggu, 01/12/2013 17:07 WIB

Ketua DPP Golkar: Jokowi Lebih Banyak Beringinnya Daripada Banteng

Prins David Saut - detikNews
What is blusukan?
Jakarta - Ketua DPP Partai Golkar Indra J Piliang menilai kinerja Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) cenderung mirip dengan kader partainya. Hal ini disampaikannya menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia.

"Kalau Jokowi itu dari segi politik orang yang beringin tapi besar di bantengnya. Jokowi lebih banyak menggunakan bahasa politik Golkar ketimbang marhaenisme," ujar Indra di kantor Indikator pimpinan Burhanuddin Muhtadi di Jl Cikini V, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/12/2013).

Ia mencontohkan ketika Jokowi menghadapi tuntutan buruh. Menurutnya, Jokowi tidak membela tuntutan upah buruh Rp 3,7 juta karena memperhatikan kebutuhan pengusaha. "Kalau marhaenis pasti mengutamakan kepentingan buruh," ujar Indra.

Indra menambahkan antara sosok dan konstituen partai terkadang juga tidak sejalan. Menurutnya, parpol tak semuanya memiliki konstituen dari kalangan urban yang lebih memilih sosok atau citra.

"Golkar misalnya yang didukung pemilih di pedesaan, lebih banyak masyarakat plural daripada urban. Maka kepentingan Golkar lebih banyak bicara pedesaan. Mungkin dari publik tak terwakili tapi dari konstituennya lebih terwakili," ujar Indra.

Terkait masalah pencapresan, Indra menilai lebih cepat Jokowi maju maka lebih baik. Tapi kritiknya adalah agar rakyat melihat sosok seperti Jokowi tak bisa lepas dari kepentingan partai.

"Jadi nanti, Jokowi ini menjalankan kepentingan partai. Ini logika yang muncul dari hasil survei ini. Artinya kita tunggu Jokowi jadi capres PDIP," ujar Indra.

Komentar Indra tersebut menanggapi hasil survei Indikator Politik Indonesia terkait sosok presiden yang diinginkan. Survei ini juga menyimpulkan rakyat cenderung tak mempercayai partai dibandingkan sosok yang jujur dan peduli pada rakyat seperti Jokowi.

Survei ini sendiri dilakukan dari 10 Oktober-20 Oktober 2013 dengan 1.200 responden melalui metode wawancara tatap muka. Error sampling mencapai 2,9 persen, dan nama Jokowi lagi-lagi mengungguli tokoh-tokoh capres lainnya.



Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(nal/nal)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Biarkan Ahok Pilih Pendampingnya Pimpin DKI

Siapa bakal pendamping Plt Gubernur DKI Ahok? Masih menjadi pro kontra antara parpol di DPRD DKI dan Kemendagri. Kemendagri memastikan Plt Gubernur DKI Basuki T Purnama atau Ahok menjadi Gubernur menggantikan Joko Widodo. Setelah diberhentikan sebagai Wagub dan Plt Gubernur dan diangkat menjadi Gubernur, Ahok bisa memilih dua orang untuk menjadi wakilnya. Bila Anda setuju dengan Kemendagri, pilih Pro!
Pro
76%
Kontra
24%