Jumat, 29/11/2013 11:46 WIB

Derita Pasien di Balik Demo Dokter

Ditinggal Dokter, Pasien Melahirkan di Kebun dan Kamar Mandi

Idham Khalid,Hardani Triyoga - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ratusan dokter melakukan aksi solidaritas sebagai keprihatinan atas vonis dr Ayu dan kedua rekannya di Bundaran HI, Jakarta, Rabu (27/11/2013). (Fotografer - Hasan Al Habshy)
Jakarta - Merintih sakit. Ini yang dikeluhkan Anita setiap selesai buang air kecil. Empat hari belakangan, sakitnya malah semakin membuatnya ngilu dan terpaksa izin tidak masuk kerja.

Wanita karir ini berharap dokter spesialis penyakit dalam yang sudah dibuat janji oleh staf Rumah Sakit Persahabatan, Jakarta Timur, untuk praktik Kamis malam tidak lagi batal.

Cukup kejadian Rabu (27/11), yang membuat dirinya terpaksa pulang lagi ke rumah. Pasalnya, besok dia sudah kembali masuk kerja. Sementara, obat yang diberikan dokter umum di klinik dekat rumahnya tiga hari lalu tidak mempan mengurangi rasa sakitnya.

“Kenapa sih kemarin tiba-tiba tidak ada dokternya. Saya juga tidak dikabari. Kan rugi waktu kita jauh-jauh dari rumah,” katanya kepada detikcom, Kamis (28/11).

Hal yang menjadi masalah, menurut Anita seharusnya pihak rumah sakit profesional melihat pasien yang ingin berobat. Ada upaya komunikasi untuk memberitahukan kalau dokter spesialis yang bersangkutan berhalangan hadir.

"Bukannya diam dan saat ditanya malah menjawab tidak tahu," kata wanita berusia 29 tahun ini sewot karena terkesan rumah sakit tidak bertanggung jawab terhadap pasien rawat jalan. “Kalau sudah bikin janji ya setidaknya ada alternatif dokter pengganti. Jangan main cancel kayak begitu saja,” ujarnya ketus.

Kasus dugaan malapraktik yang melibatkan tiga dokter spesialis kandungan di Manado berdampak hebat di dunia kedokteran Tanah Air. Penahanan terhadap dua dari ketiga dokter tersebut, salah satunya yakni dokter Dewa Ayu Sasiary Prawani, memunculkan gelombang demonstrasi besar-besaran dari para dokter pada Rabu (27/11). Next

Halaman 1 2

Mulai hari anda dengan informasi aneka peristiwa penting dan menarik di "Reportase Pagi" pukul 04.00 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(brn/brn)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 14/09/2014 14:52 WIB
    Lulung: Yang Penting Pak Ahok Manis Bicara, Ai Dukung
    Gb Haji Lulung mengaku sudah tidak ada masalah dengan Ahok yang bersuara keras soal kebobrokan DPRD jika pilkada tidak dilakukan langsung. Dia mengingatkan Ahok berhati-hati bicara sehingga tidak ada yang tersinggung.
ProKontra Index »

16 Kursi Menteri dari Parpol di Kabinet Jokowi Terlalu Banyak

Presiden Terpilih Jokowi telah mengumumkan postur kabinetnya. Jokowi memberi jatah 16 kursi untuk kader parpol. Menurut pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Gun Gun Heryanto, 16 kursi untuk kader parpol ini dinilai terlalu besar, tak sesuai harapan publik. Awalnya publik mengira jatah menteri untuk parpol jauh lebih sedikit. Bila Anda setuju dengan Gun Gun Heryanto, pilih Pro!
Pro
40%
Kontra
60%